Peristiwa

Warga Panggil Tim Damkar untuk Angkat Lemari Jati

Tim Damkar Kota Bekasi bantu warga angkat lemari.

Warga Pondok Gede, Zahra (25), yang bekerja sebagai sekretaris di Kementerian Luar Negeri, terpaksa memanggil petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk membantu mengangkat sebuah lemari besar di rumahnya.

Lemari tersebut terbuat dari kayu jati yang sangat berat, sehingga sulit untuk diangkat meskipun sudah meminta bantuan warga setempat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Zahra mengatakan, keputusan untuk menghubungi Damkar ini dilakukan setelah kedua orang tuanya sakit. Sang ayah baru saja terkena stroke pada hari kejadian.

Dari situasi yang mendesak lalu melihat informasi di media sosial mengenai bantuan yang sering diberikan oleh tim Damkar. Zahra memutuskan untuk meminta bantuan kepada mereka.

“Terus saya nggak nyangka kalau personelnya ternyata yang datang banyak. Saya pikir hanya dua atau tiga ternyata cukup banyak juga,” ujar Zahra pada Senin, 12 Agustus 2024.

Zahra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim Damkar atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat terbantu oleh respons cepat dan profesionalisme para petugas Damkar Kota Bekasi,” tandasnya.

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Exit mobile version