Peristiwa

Miris, Penjual Eskrim Keliling Jadi Korban Jambret

Viral di media sosial video yang menampilkan seorang penjual es krim keliling yang menjadi korban penjambretan di Jalan Teuku Umar Sepanjang Jaya Rawalumbu Kota Bekasi pada Jumat 23 Februari 2024.

Security Rumah kos, Hari mengatakan kejadian itu bermula pada saat korban sedang berkeliling menjajakan dagangannya di sekitar lokasi. Tiba-tiba dari arah berlawanan ada pengendara sepeda motor yang merampas tas yang dibawa oleh korban.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Untuk kronologisnya ya begitu si tukang es nya lewat ya dijambret nya langsung dari arah yg berlawanan ngambil barangnya,” kata Hari, Senin 26 Februari 2024.

Seketika, ia menyaksikan, korban mengejar pelaku jambret itu namun tidak berhasil. Pelaku berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motornya.

“Pas itu sempet dikejar sama korbannya karena dia udah lanjut usia jadi ga kekejar karena ga kenceng juga larinya bapaknya ( korban),” ungkapnya.

Hari menyatakan, dompet, handphone dan uang tunai yang berada di dalam tas milik korban raib dibawa kabur pelaku.

“Nominalnya saya kurang tau pasti, cuman menurut keterangannya ada dompet hp dan uang tunai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sukadi mengatakan pihak kepolisian kini belum menerima laporan resmi dari korban. Meski begitu, anggota Polsek Bekasi Timur bersama Polres Metro Bekasi Kota tengah melakukan pendalaman atas kejadian penjambretan tersebut.

“Korban sampai saat ini belum buat LP (laporan polisi) dan anggota masih mencari korban ada di mana karena belum ketemu, sedang lidik gabungan sama polres,” kata Sukadi.

Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.

Exit mobile version