Metropolitan

Kapolres Larang Konser Diruang Terbuka

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki.

BEKASI- Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Hengki mengatakan, melarang konser musik berskala besar yang digelar di lapangan terbuka di Kota Bekasi.

Hengki menerangkan, pelarangan itu dilandasi karena konser musik di out door lebih banyak menyimpan hal-hal tak baik.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kami tidak mengizinkan konser-konser berskala besar di tempat lapangan terbuka karena banyak mudharatnya, karena menimbulkan hal hal yang kurang baik,” kata Hengki, Selasa (1/11/2022).

Selain itu, dikatakan Hengki, konser musik yang digelar di luar ruangan akan lebih lemah pengawasan.

“Karena nanti orang minum-minuman keras mabok-mabokan yang akan menimbulkan gangguan kamtibmas lainnya. Termasuk susah untuk memantaunya,” ujarnya.

Meski demikian, Hengki mengatakan, pihaknya akan memberikan izin jika konser diadakan di dalam ruangan, yang bisa diatur jumlah kapasitas penontonnya.

“Kecuali pengajuan ditempat gedung tertutup, dia menjual tiket berapa, kapasitas berapa dia tahu. Dia tidak boleh menjual tiket lebih dari kapasitas yang ada,”

Sementara itu, diketahui dalam waktu dekat salah satu Mall yang ada di Kota Bekasi akan menggelar konser di luar ruangan. Namun, Hengki mengatakan sampai saat ini belum mendapat informasi terkait hal tersebut.

“Kalo pun ada kita sarankan untuk tidak di luar. Tapi di gedung. Yang tahu kapasitas berapa, tiket berapa yang harus di jual, berapa kapasitas gedung jadi benar benar benar komprehensif ketika akan melakukan kegiatan itu.,” ucapnya.

Hengki kemudian kembali menegaskan, jika ada pihak yang tetap menggelar konser di lapangan terbuka, pihaknya tak segan akan membubarkan acara tersebut.

“Intinya saya tidak akan izinkan kalo di luar gedung. Kalo ada tentu saya akan bubarkan,” tegasnya. (Mae)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version