Ekbis

PDAM Tirta Bhagasasi Bentuk Tim Tanggulangi Kebocoran

Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim.

CIKARANG- Tim Khusus guna menekan tingkat kehilangan atau kebocoran air saat proses produksi dan distribusi di jaringan perpipaan dibentuk oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi. Hal itu disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Usep Rahman Salim.

“Kemarin saya sudah minta untuk segera bentuk tim penanganan, saat kunjungan ke Rawa Tembaga, Kota Bekasi yang merupakan kantor cabang penyumbang kebocoran terbesar bagi perusahaan kami,” kata Usep di Bekasi, Jumat (15/4/2022).

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut dia, kehilangan air merupakan salah satu kendala yang dialami perusahaan daerah air minum secara umum, termasuk yang kerap terjadi di PDAM Tirta Bhagasasi.

“Tinggal bagaimana cara dan upaya kita mengatasi kehilangan air ini agar bisa semakin ditekan atau diminimalisir,” katanya.

Usep mengaku, telah menginstruksikan setiap pimpinan di seluruh kantor cabang dan kantor cabang pembantu bersama semua karyawannya untuk bekerja maksimal. Tak hanya itu, dia juga meminta jajarannya untuk serta saling koordinasi mengatasi persoalan ini.

“Saya sudah perintahkan 13 kepala cabang dan 13 kepala cabang pembantu baik di Kota maupun Kabupaten Bekasi untuk mampu mengatasi kebocoran air ini salah satunya dengan membentuk tim khusus tadi,” katanya.

BACA JUGA : https://bekasiguide.com/2022/04/11/pdam-tirta-bhagasasi-optimalkan-pelayanan-pelanggan/

Setelah terbentuk, kata dia, tim tersebut bertugas melakukan pendataan terhadap titik-titik yang rawan kebocoran untuk kemudian dilaporkan serta ditindaklanjuti dengan pergantian jaringan perpipaan secara bertahap. Tim juga dapat mengambil tindakan terhadap pelaku penyambungan koneksi ilegal.

“Jika memiliki rekening PDAM, maka pelaku koneksi ilegal itu harus membayar tagihan hingga lunas namun jika bukan pelanggan maka sanksi akan ditindaklanjuti Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi,” terangnya.

Dia berpesan agar tim nantinya bisa bertugas sebaik mungkin dalam menekan tingkat kebocoran. Dengan demikian akan ada peningkatan pendapatan yang bisa dibukukan karena terjadi efisiensi.

Saat ini diketahui tingkat kehilangan air di PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi antara 27-30 persen. Penyebab utamanya usia teknis pipa, jaringan pipa terganggu pelebaran jalan, serta tekanan kendaraan.

“Karena sebagian besar jaringan perpipaan berada di pinggir jalan raya yang setiap saat dilalui kendaraan bertonase berat,” kata dia.

Ekbis

“Pemerintah telah menyediakan instrumen pembiayaan melalui FLPP. Perbankan menyalurkan pembiayaan, sementara pengembang menyediakan hunian yang sesuai ketentuan program. Kami ingin mengambil bagian dalam ekosistem tersebut agar semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Indra dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Rabu 26 Agustus 2026.

Ekbis

“Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan ibu dan anak yang semakin mudah diakses masyarakat. Dengan memanfaatkan jaringan gerai Alfamart yang tersebar di berbagai daerah, kami berharap semakin banyak keluarga yang memperoleh layanan kesehatan sekaligus edukasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini,” ujar Rani dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Rabu 05 Agustus 2026.

Exit mobile version