Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Khataman ke-308 Aparatur Bekasi Mengaji

×

Khataman ke-308 Aparatur Bekasi Mengaji

Sebarkan artikel ini
Aparatur Mengaji menggelar khataman Alquran di Masjid Al-Amir Kota Bekasi

SEHARI menjelang puasa menjadi waktu yang adem. Bukan cuacanya, tetapi suasana hati saat mengikuti khataman ke-308 Aparatur Kota Bekasi Mengaji (ABM), di Masjid Al-Amir, Komplek Pemkot Bekasi.

“Alhamdulillah. Semoga ini bisa menjadi amal ibadah kita. Semoga juga bisa menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik kepada masyarakat,” kata Plt. Walikota Bekasi, Tri Adhianto.

Pak. Plt. Walikota memang ikut aktif dalam grup mengaji ini. Kebersamaannya menjadi penyemangat anggota aparatur lain dalam mengaji. “Saya jadi sering diingatkan untuk mengaji,” katanya.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Disinggung kapan waktu untuk mengajinya? “Saya seringnya di perjalanan. Tugas memang menumpuk. Tetapi semoga mengaji tetap menjadi kebutuhan.

Komunitas mengaji ini memang sudah cukup lama, sekitar 5 tahun lebih. Dan alhamdulillah masih istiqomah. Dalam sepekan, anggota diberi tugas membaca satu juz. Atau lebih dikenal, one week one juz. Secara kolektif, komunitas aparatur mengaji ini sudah 308 kali.

Akhir pekan kemarin (Jumat, 1/4/2022), komunitas ini menyambut Ramadhan dengan menggelar khataman. Acara digelar di Masjid Al Amir, Komplek Pemkot Bekasi, dengan mengundang pembaca doa KH Ahmad Fayumi Alhafidz.

“Subhanallah. (Kegiatan) ini luar biasa. Tetaplah bersama Alquran. Tetaplah selalu mengaji, dan berusaha memperbaiki bacaan melalui guru yang baik,” kata Kyai Ahmad Fayumi.

Kyai muda yang diundang ini adalah pengasuh pesantren tahfidz PP. Nurul Quran. Pesantren kecil di kawasan Utara Kabupaten Bekasi namun selalu produktif melahirkan para penghafal Alquran. Salah satu alumninya, Ust. Faisal Ilahy, imam Rawatib Masjid Agung Al-Barkah. Iam muda ini pernah menjadi Juara Internasional MHQ di Dibai.

“Jangan pernah berhenti mengaji,” katanya.

Acara khataman bagi Aparatur Kota Bekasi mengaji rutin dilaksanakan secara periodik. Pada awal putaran ke-30 digelar di Pendopo, kemudian pernah di Masjid Agung Albarkah, pernah pula di Masjid Islamic Centre dengan mengundang KH. Gymnastiar.

“Di Bulan Ramadhan, ada program satu hari satu juz. Insya Allah bisa tuntas dan berkah bagi Kota Bekasi ini,” kata Chotim W, koordintor ABM. (Chotim)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.