Metropolitan

Hak Asasi Direnggut, Warga Pilar Datangi Komnas HAM 

Forum Warga Pilar Tertindas (FOWAPTI) aksi di kantor KOMNAS HAM pada Kamis (29/08/2019).

JAKARTA- Menganggap ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), ratusan warga Kampung Pilar yang tergabung dalam Forum Warga Pilar Tertindas (FOWAPTI) gruduk kantor KOMNAS HAM pada Kamis (29/08/2019) guna meminta perlindungan atas persengketaan lahan yang melibatkan warga Kampung Pilar.

FOWAPTI mengaggap putusan Pengadilan Negeri Bekasi merenggut hak asasi mereka sebagai manusia. Padahal menurutnya dalam melakukan Eksekusi haruslah memberikan sosialisasi atau memberi tahukan kepada masyarakat yang terkena penggusuran

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Putusan Nomor : 234/Pdt.G/2011/PN.Bks sarat akan pelanggaran hak asasi. Harusnya, sebelum mengeluarkan putusan, pengadilan melihat dulu secara faktual di lapangan bagaimana. Tidak semena-mena,” ujarnya Maskuri, Ketua FOWAPTI kepada awak media saat ditemui di gedung KOMNAS HAM, Kamis (29/08).

Maka dari itu, lanjut Maskuri, hari ini warga Pilar mendatangi KOMNAS HAM guna meminta perlindungan. “Makanya kami datang ke KOMNAS HAM guna untuk meminta perlindungan atas apa yg kami alami,” lanjut dia.

Sekadar informasi, sekira pukul 10.55 WIB perwakilan FOWAPTI diterima oleh sekretariat KOMNAS HAM, sedangkan masa aksi melakukan istighosah di depan gerbang KOMNAS HAM. (Man)

Metropolitan

“Melalui Operasi Patuh Jaya 2026 ini, kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan edukatif kepada masyarakat. Penegakan hukum bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas. Kami berharap melalui operasi ini, angka pelanggaran dan risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bekasi dapat ditekan,” ujar Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 29 Oktober 2026.

Metropolitan

“Disdukcapil Kota Bekasi menjadi satu-satunya OPD yang berhasil menempatkan dua ASN sebagai finalis lima besar di dua kategori berbeda. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan karakter dan kualitas SDM yang kami lakukan mampu melahirkan aparatur yang layak mendapatkan apresiasi,” ujar Taufiq dikutip bekasiguide.com, Rabu 28 Oktober 2026.

Exit mobile version