Metropolitan

Polres Metro Bekasi Kota Musnahkan Ribuan Miras

BEKASI- Polres Metro Bekasi Kota musnahkan ribuan minuman keras (Miras) berbagai jenis pada Jumat (10/05). Sedikitnya 3015 miras dimusnahkan di hari ke-5 Ramadan 2019.

Ribuan botol miras itu merupakan hasil operasi cipta kondisi dari awal 2019.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kami terakhir memusnahkan miras itu pada akhir bulan Desember 2018 lalu. Miras ini merupakan hasil cipkon awal tahun hingga puasa ini,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto kepada awak media pada Jumat (10/05).

Indarto mengungkapkan miras tersebut didapat dari sejumlah warung jamu yang tersebar di 12 kecamatan di Kota Bekasi.

“Miras yang mendominasi dari wilayah Pondok Gede, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara,” ungkap Indarto.

Pada tahun ini, pemusnahan miras tidak dilakukan dengan penghancuran. Melainkan dituangkan kedalam sejumlah drum yang telah tersedia.

“Tidak dihancurkan pakai alat berat timbis tapi dituang ke dalam drum, nanti di sedot pakai truk tanki selanjutnya di buang ke pembuangan limbah,” pungkasnya. (tnc)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version