Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Konfercab IV PCNU, Ini Kata Ketua ISNU Kota Bekasi

×

Konfercab IV PCNU, Ini Kata Ketua ISNU Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Alit Jamaludin.

BEKASI- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke IV, di Asrama Haji Bekasi, Margajaya, Bekasi Selatan, pada Ahad (16/12) mendatang.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Alit Jamaludin buka suara perihal agenda lima tahunan itu.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Konferensi PCNU Kota Bekasi keempat ini bukan hanya sekadar memilih Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah saja. Tapi lebih dari itu,” katanya, Kamis (13/12)

Alit juga menegaskan, agar forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang ini harus mampu menghasilkan rekomendasi internal, dan juga eksternal organisasi.

Rekomendasi itu, baginya, adalah hal-hal yang sudah barang tentu menjadi masalah keumatan di Kota Bekasi.

“Kota Bekasi itu heterogen dan memiliki persoalannya sendiri selain masalah keagamaan,” ucap Alit.

Politisi muda Kota Bekasi ini mengungkapkan, salah satu problem meningkatnya ketimpangan ekonomi masyarakat adalah meningkatnya ketimpangan yang mengancam sendi-sendi kehidupan.

“Karena di luar faktor paham keagamaan, ketimpangan ekonomi ini dapat menjadi lahan subur berseminya ekstremisme dan radikalisme yang belakangan semakin tampak nyata pada perilaku masyarakat di Kota Bekasi,” pungkasnya.

Rencananya, di luar arena konfercab akan diadakan Festival Musik Salawat antarkecamatan se-Kota Bekasi.

Sementara saat pembukaan konfercab, bakal dihadiri banyak tokoh ulama dan masyarakat. Beberapa diantaranya adalah Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, pimpinan pondok pesantren serta Muspida Kota Bekasi. (bams)

Example 120x600
Politik

“Laporan Hasil Pemeriksaan BPK didapati temuan terkait masalah infrastruktur di Dinas BMSDA dengan salah satu hasil rekomendasinya adalah pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan belanja terkait kekurangan volume pengerjaan infrastruktur yang menjadi tanggung jawabnya sehingga mengakibatkan pengembalian uang sebesar Rp579 juta ke RKUD (Rekening Umum Kas Daerah),” jelas Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary dikutip bekasiguide.com pada Jumat, 27 Jumat 2025.