PAGI ini, Selasa (19/05) jam masih menunjukkan 05:30 WSA. Suasana sudah cukup ramai. Meski belum cukup terang, matahari belum menunjukkan sempurna.
Cuaca masih adem, tapi hiruk-pikuk dan lalu-lalang jamaah haji terlihat jelas. Ada yang baru pulang subuhan dari Masjid Al Harom. Jumlahnya cukup banyak. Sebagian ada yang pulang dari masjid sekitar hotel.
Sepulang dari masjid mereka keluar berburu makanan kecil yang dijual warga mukimin Indonesia. Meski hanya berjualan, konon dia juga harus punya ijin tinggal di Kota Mekah.
Di musim haji saat ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat memperketat pintu masuk ke Kota Mekah. “Tidak bisa sembarangan warga bisa ke tanah suci”.
Pagi ini susana Misfalah sangat menyejukkan hati. Sangat terasa di rona wajahnya. Wajah kerinduan akan tanah suci yang sudah perlahan diobati.
Jamaah haji memang tengah menunggu puncak ibadah haji.
Sepekan ke depan, mereka akan boyong ke Arafah. Lalu menuntaskan kerinduan mereka.
Saat masa dimana sudah ditunggu belasan tahun lalu. Saat mana ditunggu dengan sejuta perjuangan dan air mata kerinduan.
Pagi ini di Misfalah, saat jamaah menunggu puncak haji di Arafah. Salam dari Misfalah.
Seperti diceritakan kepada penulis langsung oleh H. Diatri Noor, satu jamaah haji Pengurus IPHI Kota Bekasi.






