Warga sebut GKL “Lelet” Realisasikan Kesepakatan

Petugas BPBD Kota Bekasi sedang menelusuri penyebab banjir di perumahan Cikas, Pekayon, Bekasi Selatan.

BEKASI SELATAN- Warga Perumahan Taman Cikas, Kelurahan Pekayon Jaya yang menjadi korban banjir akibat jebolnya tembok pembatas antara perumahan dengan proyek pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon beberapa hari lalu,  telah bertemu dengan pengembang apartemen pada Selasa (21/03).

Informasi yang berhasil dihimpun B’Guide.com, Mereka bertemu dengan pihak pengembang apartemen tersebut selama dua jam sejak pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB. Pertemuan itu difasilitasi oleh pihak Kecamatan Bekasi Selatan, Polsek dan juga dinas terkait.

Warga sekitar yang mengikuti pertemuan, Imron mengatakan, rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan antara warga dengan pengembang Apartemen Grand Kamala Lagoon.

“Apa yang kita sepakati, bahwa tembok kemudian saluran (air) jadi mereka akan bikin infrastruktur dan drainase dulu untuk mencegah banjir,” kata Imron, Selasa (21/03).

Lanjut dia, selama ini memang sudah ada kesepakatan antara warga dan pihak pengembang Apartemen Grand Kamala Lagoon. Namun, pihak pengembang terkesan lelet dalam merealisasikan apa yang telah disepakati.

“Pertemuan tadi ya Alhamdulillah mereka mau menindaklanjuti apa yang telah disepakati. Jadi, yang dia janjikan mungkin secepatnya akan dia realisasikan,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan dengan adanya pertemuan tersebut, poin – poin yang telah disepakati akan segera terealisasi. Kedepannya pun akan ada pertemuan rutin antara warga dengan pengembang Apartemen Grand Kamala Lagoon.

“Dengan peristiwa ini mudah – mudahan nggak akan terjadi lagi dan mereka berkomitmen sih untuk melakukan apa yang menjadi tanggung jawab mereka. Kemarin – kemarin kurang, lambat penanganannya. Mungkin dengan pertemuan tadi difasilitasi Polsek, Camat, dinas terkait mereka akan melakukan langkah – langkah yang lebih cepat lagi,” tutupnya.

Sementara itu, pihak pengembang Grand Kamala Lagoon sampai dengan diturunkannya berita ini masih belum dapat memberikan keterangan mengenai pertemuannya dengan warga. Corporate Marcomm PT PP Properti Tbk, Rivai Jusuf membenarkan ada pertemuan antara pengembang dengan warga.

Namun, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal itu karena akan dibahas dan membutuhkan persetujuan dari perusahaan terebih dulu.

Sebelumnya diberitakan, “https://bekasiguide.com/2017/03/18/tanggul-grand-kamala-lagoon-jebol-tujuh-rt-di-perum-taman-cikas-terendam-banjir/ ” proyek pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon kembali bermasalah. Kali ini, tembok pembatas antara bangunan Apartemen Lagoon dan Perumahan Cikas, Pekayon Jaya jebol, pada Sabtu (18/03).

Baca juga: https://bekasiguide.com/2017/03/17/drainase-jalan-kartini-dikeluhkan-warga/

Alhasil, ratusam warga yang ada di Perumahan Cikas menjadi korban dari jebolnya tembok pembatas tersebut. Banjir pun tidak dapat dibendung dan air merendam pemukiman warga. (BK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *