Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Wali Kota Bekasi Tegaskan Era Pembangunan Top Down Telah Berakhir

×

Wali Kota Bekasi Tegaskan Era Pembangunan Top Down Telah Berakhir

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menghadiri sidang paripurna HUT Kota Bekasi ke 29 di gedung DPRD Kota Bekasi, Senin 10/03/2026.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan pola pembangunan yang selama ini bersifat top down atau hanya menunggu instruksi dari pemerintah kini telah berakhir.

Menurutnya, masyarakat Bekasi kini menjadi penggerak utama pembangunan daerah.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Pernyataan tersebut disampaikan Tri usai memimpin apel besar di Alun-alun M. Hasibuan, Bekasi Timur, Selasa (10/3/2026).

Ia menyebut semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama dalam pembangunan Kota Bekasi.

Tri menyoroti peran pengurus Rukun Warga (RW) yang kini semakin strategis melalui program Lingkar Keren. Menurutnya, RW tidak lagi sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembangunan di lingkungan.

“RW sekarang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program di lapangan,” kata Tri dikutip bekasiguide.com, Senin 10 Maret 2026.

Ia menambahkan, masyarakat tidak lagi sekadar menjadi penerima hasil pembangunan, melainkan ikut merencanakan dan menggerakkan program di wilayahnya.

“Mereka sudah menjadi subjek sekaligus objek pembangunan. Pemerintah hanya menggelorakan, tetapi masyarakatlah yang bergerak,” ujarnya.

Tri juga menegaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kini dijalankan lebih partisipatif untuk menampung kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.

Meski sejumlah capaian telah diraih, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait penataan infrastruktur, banjir, dan kemacetan.

“Sudah banyak capaian yang kami raih, namun tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan bersama,” pungkasnya.

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.