Bantuan kaki palsu dari Pemerintah Kota Bekasi membuka harapan baru bagi Fernando (42), warga Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna. Setelah menjalani amputasi kaki akibat penyakit yang dideritanya, Fernando kini optimis dapat kembali bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Sebelum memperoleh kaki palsu, Fernando menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah karena kesulitan berjalan. Ia hanya mengandalkan tongkat untuk beraktivitas di sekitar rumah.
“Kalau belum dapat kaki, saya di rumah saja. Tidur, makan, tidak ada kegiatan karena memang belum bisa jalan,” katanya dikutip Bekasiguide.com, Senin 20 Juli 2026.
Fernando mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukannya setelah menerima kaki palsu adalah menjalani latihan berjalan hingga terbiasa. Setelah itu, ia berharap bisa kembali bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Awalnya latihan dulu sampai lancar jalan. Kalau sudah mulai lancar dan tidak terlalu bergantung pada tongkat, saya ingin kembali beraktivitas seperti dulu sebagai ojek online,” ungkapnya.
Fernando bercerita, kondisi yang dialaminya berawal dari luka pada kaki sejak 2019 yang dianggap sebagai koreng biasa. Karena hanya diobati secara mandiri menggunakan obat-obatan dari apotek, luka tersebut semakin parah hingga menginfeksi tulang.
Ia baru memeriksakan diri ke rumah sakit saat sudah tidak mampu berjalan. Dari hasil pemeriksaan, Fernando didiagnosis menderita kanker tulang sehingga harus menjalani amputasi pada Desember 2025.
Usai amputasi, pihak rumah sakit menyarankan Fernando mengajukan bantuan kaki palsu melalui Dinas Sosial Kota Bekasi. Pengajuan dilakukan pada Mei 2026 dan kini bantuan tersebut telah diterimanya.
“Responsnya lebih cepat. Dari RT sampai ke Wali Kota langsung cepat tanggap. Prosesnya juga tidak terlalu ribet, sesuai prosedur dan lancar. Untuk pendataan dan fitting kaki ke rumah juga on time. Orang-orang di Dinas Sosial juga baik dan ramah,” ujar Fernando.
Fernando berharap bantuan tersebut menjadi awal untuk kembali mandiri dan produktif. Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat terus menghadirkan layanan pendampingan maupun bantuan pengobatan bagi penyandang disabilitas.








