Olahraga

Usai Bawa Bekasi Raih Emas, Coach Ananda Ingatkan Pemain Jangan Cepat Berpuas Diri

Pelatih futsal Kota Bekasi, Ananda Fahrizal, mengingatkan para pemain agar tidak cepat berpuas diri setelah berhasil mempersembahkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Menurut Ananda, keberhasilan meraih medali emas harus menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas permainan, bukan justru membuat mereka terlena dengan pencapaian tersebut.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Ia berharap para pemain yang masih berpeluang mengikuti seleksi Pekan Olahraga Nasional (PON) dapat terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Khusus untuk anak-anak, jangan cepat berpuas diri. Semoga ke depannya, terutama bagi pemain yang masih harus mengikuti seleksi prapon, mereka bisa terus berkembang dan meningkatkan level permainannya,” ujar Ananda dikutip Bekasiguide.com, Minggu 8 November 2026.

Sementara itu, bagi pemain yang sudah berkiprah di Liga Profesional, Ananda berharap perjalanan karier mereka semakin lancar dan terus menunjukkan perkembangan positif.

Di balik keberhasilan meraih emas, Ananda mengungkapkan bahwa kekuatan mental menjadi salah satu faktor penting yang membawa timnya memenangkan pertandingan final melawan Kota Bogor.

Menurutnya, laga final tersebut bukan lagi sekadar adu taktik dan teknik, melainkan pertarungan mental serta keberanian para pemain di lapangan.

“Ini sudah bukan lagi pertarungan taktik dan teknik, melainkan pertarungan mental dan nyali. Siapa yang memiliki mental lebih kuat dan nyali lebih siap, dialah yang menjadi pemenang,” katanya.

Ananda mengungkapkan, timnya sempat tiga kali tertinggal dalam pertandingan. Namun, para pemain tetap mampu menjaga ketenangan dan tidak kehilangan semangat untuk mengejar ketertinggalan.

Ia juga menyebut perubahan pendekatan permainan pada babak kedua menjadi salah satu kunci kebangkitan tim. Saat jeda pertandingan, dirinya meminta para pemain agar lebih sabar dalam membangun serangan dan tidak terburu-buru membawa bola ke depan gawang.

“Resepnya cuma satu, yaitu sabar. Pada babak pertama, anak-anak terlalu terburu-buru ingin langsung mengeksekusi bola ke depan gawang. Pada babak kedua, saya meminta mereka bermain lebih sabar dan menikmati proses permainan,” jelasnya.

Selain itu, Ananda mengubah pendekatan strategi dengan menginstruksikan pemain untuk lebih berani menekan lawan. Strategi tersebut berbeda dengan pertemuan sebelumnya di fase grup yang berakhir imbang tanpa gol.

“Pada pertandingan sebelumnya di fase grup, kami lebih banyak menunggu sehingga terus mendapat tekanan. Namun, pada partai final ini kami memilih untuk lebih berani menekan lawan,” ungkapnya.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi futsal Kota Bekasi. Ananda pun mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang mampu menjaga mentalitas hingga pertandingan berakhir dan memastikan medali emas untuk Kota Bekasi.

 

 

 

 

 

Exit mobile version