Kota Bekasi membuka perolehan medali emas cabang olahraga (cabor) Muaythai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 melalui atletnya, Rifki Faisal. Ia menjadi yang terbaik pada kategori Waikru Putra setelah meraih nilai 8,9 dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Basket Kota Bekasi, Senin (3/11/2026).
Rifki unggul atas Farhan Dwi Pramudyana dari Kota Cirebon yang memperoleh nilai 8,3. Sementara posisi ketiga ditempati Muhammad Sarip H dari Kabupaten Cianjur dengan nilai 8,0.
Pada kategori Waikru Putri, atlet Kota Bekasi Zahra Permatasari harus puas menempati posisi kedua dengan nilai 8,6. Gelar juara diraih Dzakiah Apyah Ganie dari Kabupaten Subang dengan nilai 8,8, sedangkan posisi ketiga menjadi milik Vilza Gaisany Dwimeidhina dari Kabupaten Majalengka dengan nilai 8,1.
Ketua Muaythai Kota Bekasi, Ardianto, mengaku bangga atas pencapaian para atletnya yang mampu menunjukkan hasil pembinaan melalui persaingan di Porprov XV Jabar 2026.
Menurut dia, prestasi tersebut tidak lepas dari proses latihan yang disiplin dan terarah. Para atlet ditempa dengan program latihan intensif untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, serta kesiapan menghadapi pertandingan.
“Para atlet kami memang digembleng sedemikian rupa, keras, namun terarah. Apa yang diraih ini merupakan hasil kerja keras mereka selama berlatih,” ujar Ardianto yang juga menjadi pelatih di Camp Dragon dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 November 2026.
Setelah meraih hasil positif pada kategori Waikru, atlet Muaythai Kota Bekasi kembali menunjukkan performa kompetitif pada nomor Combat. Sejumlah atlet tuan rumah berhasil mengatasi lawan masing-masing dan melaju ke babak berikutnya.
Dalam pertandingan hari kedua, Pricilya Agustin Rahmadianti dari kelas 43 kilogram putri menang atas atlet Kabupaten Subang. Rafles di kelas 65 kilogram putra juga berhasil mengalahkan lawannya dari Kota Bogor. Sementara Lambert Yarisetouw di kelas 67 kilogram putra melaju ke babak selanjutnya, disusul Edisyahputra yang tampil meyakinkan di kelas 73 kilogram putra.
Sejumlah pertandingan berlangsung ketat hingga wasit harus menghentikan laga ketika atlet lawan dinilai tidak dapat melanjutkan pertandingan. Tim medis kemudian memasuki ring untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan pertama kepada atlet yang mengalami cedera ringan.
Meski para atletnya tampil dominan, Ardianto mengingatkan pentingnya menjaga etika dan sportivitas selama bertanding. Menurutnya, kemenangan tidak boleh membuat atlet kehilangan rasa hormat terhadap lawan.
“Etika atlet harus tetap dijunjung tinggi. Hormati lawan dari mana pun mereka berasal, karena mereka juga tamu kita di Kota Bekasi,” tegasnya.
Apresiasi terhadap penampilan atlet tuan rumah juga disampaikan Ketua PB Porprov, Abdul Harris Bobihoe. Ia menilai kesiapan para atlet Bekasi terlihat dari penampilan mereka sejak awal pertandingan.
“Atlet Bekasi siap bertanding. Tadi kita sudah dapat emas, dan hari ini beberapa atlet kembali menang meyakinkan. Ini hasil pembinaan yang konsisten,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Muaythai Kota Bekasi, Deni M Ali, mengatakan kategori Waikru menjadi bagian pembuka sebelum persaingan berlanjut pada nomor Combat. Dalam kategori Waikru, atlet menampilkan rangkaian gerakan yang memadukan teknik, seni, dan tradisi Muaythai.
“Alhamdulillah, kategori Waikru berjalan lancar. Para atlet menampilkan teknik Waikru dengan sangat baik sesuai pakem budaya Muaythai. Selamat kepada para peraih nilai terbaik, dan tetap semangat untuk kategori Combat,” ujar Deni.
Ardianto menambahkan, kemenangan yang diraih atlet Kota Bekasi merupakan hasil dari kematangan teknik dan fisik, bukan semata-mata untuk menjatuhkan lawan.
“Menang bukan tujuan untuk mencederai. Kami tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa teknik dan fisik atlet Bekasi semakin matang,” tambahnya.
Pertandingan cabor Muaythai Porprov XV Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 7 November 2026 dengan mempertandingkan kategori Culture atau Waikru dan Combat. Kota Bekasi pun berpeluang menambah pundi-pundi medali melalui atlet-atlet yang masih berlaga di sejumlah kelas pertandingan.
