Metropolitan

Adik Ipar Wali Kota Jadi Sekda, Solikhin Kantongi Nilai Tertinggi Seleksi

Muhammad Solikhin resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi setelah dilantik Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Aula Nonon Sonthanie, Senin 02/11/2026.

Muhammad Solikhin resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi setelah dilantik Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Aula Nonon Sonthani, Senin (2/11/2026). Pengangkatannya menjadi perhatian publik karena Solikhin diketahui merupakan adik ipar Tri Adhianto.

Di tengah sorotan tersebut, Solikhin tercatat meraih nilai tertinggi dalam uji kompetensi seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk posisi Sekda Kota Bekasi. Berdasarkan hasil Panitia Seleksi Nomor 800.1.2.6/12-Pansel.JPTP-SD/2026, Solikhin memperoleh nilai 84,29, mengungguli Arief Maulana dengan nilai 81,04 dan Dinar Faizal Badar yang meraih 80,40.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, pengisian jabatan Sekda telah melalui mekanisme seleksi terbuka dengan melibatkan panitia seleksi independen. Menurutnya, seluruh kandidat mendapatkan kesempatan mengikuti tahapan penilaian sesuai mekanisme yang berlaku.

“Semua dilakukan secara terbuka. Kita mengenal adanya proses lelang jabatan dan itu prosesnya panjang, dilakukan juga oleh tim independen,” ujar Tri seusai pelantikan dikutip bekasiguide.com, Senin 02 November 2026.

Ia menjelaskan, proses seleksi menjadi bagian penting dalam menentukan kandidat yang dinilai memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan strategis tersebut. Hasil penilaian panitia seleksi, kata dia, menjadi salah satu pertimbangan dalam pengisian jabatan Sekda.

Pengalaman Pimpin Bapenda Jadi Modal

Sebelum dipercaya menjadi Sekda, Solikhin menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menghadapi tanggung jawab baru yang mencakup koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Saat memimpin Bapenda, Solikhin mengemban tanggung jawab dalam pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD), optimalisasi potensi penerimaan, serta peningkatan pelayanan perpajakan daerah.

Pengalaman mengelola perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan pendapatan daerah diharapkan dapat menjadi modal untuk memperkuat koordinasi birokrasi dan mendukung pencapaian target pembangunan Kota Bekasi.

Namun, tugas Sekda memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Ia harus memastikan program dan kebijakan pemerintah daerah berjalan selaras, sekaligus menjembatani komunikasi antara kepala daerah, perangkat daerah, dan unsur terkait lainnya.

Bertanggung Jawab Menggerakkan 23 Ribu ASN

Tantangan tersebut langsung menanti Solikhin seiring pelantikannya yang berlangsung bersamaan dengan rangkaian rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi. Perubahan jabatan itu mencakup pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga direktur teknik PDAM.

Tri berharap Sekda yang baru mampu memperkuat komunikasi antara wali kota, wakil wali kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan seluruh OPD.

Selain menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan, Solikhin juga diharapkan mampu menggerakkan sekitar 23 ribu aparatur sipil negara (ASN) agar bekerja secara efektif dan berorientasi pada pencapaian target pembangunan.

“Harapannya mampu menjalankan jabatan sebagai jembatan komunikasi, baik dengan saya, wakil wali kota, unsur Forkopimda, maupun menjadi penggerak bagi 23.000 ASN yang ada di lingkungan pemerintahan,” kata Tri.

Besarnya jumlah ASN yang berada dalam lingkup koordinasi Sekda membuat kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan konsolidasi birokrasi menjadi faktor penting. Solikhin dituntut memastikan setiap perangkat daerah menjalankan tugas secara terarah dan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Sorotan Publik dan Pembuktian Kinerja

Hubungan keluarga Solikhin dengan Wali Kota Tri Adhianto menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian publik dalam pengangkatannya. Karena itu, keterbukaan proses seleksi dan akuntabilitas pengisian jabatan menjadi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.

Nilai tertinggi dalam uji kompetensi merupakan capaian yang tercatat dalam proses seleksi. Namun, capaian tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pelaksanaan tugas, integritas, dan profesionalitas selama menjalankan jabatan.

Kini, Solikhin menghadapi tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan ketika memimpin Bapenda. Ia tidak hanya dituntut mampu mengoordinasikan administrasi pemerintahan, tetapi juga memastikan program pembangunan berjalan efektif dan pelayanan publik semakin baik.

Pada akhirnya, keberhasilan Solikhin sebagai Sekda akan dinilai dari kemampuannya menjaga profesionalitas birokrasi, menyelaraskan kinerja seluruh OPD, serta menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat Kota Bekasi.

Penulis: TonEditor: Bams
Metropolitan

“Melalui Operasi Patuh Jaya 2026 ini, kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan edukatif kepada masyarakat. Penegakan hukum bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas. Kami berharap melalui operasi ini, angka pelanggaran dan risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bekasi dapat ditekan,” ujar Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 29 Oktober 2026.

Metropolitan

“Disdukcapil Kota Bekasi menjadi satu-satunya OPD yang berhasil menempatkan dua ASN sebagai finalis lima besar di dua kategori berbeda. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan karakter dan kualitas SDM yang kami lakukan mampu melahirkan aparatur yang layak mendapatkan apresiasi,” ujar Taufiq dikutip bekasiguide.com, Rabu 28 Oktober 2026.

Exit mobile version