Berita

Perluas Akses Pelatihan Kerja, Kemnaker Siapkan 14 Balai Baru pada 2027

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli menyampaikan rencana penambahan 14 balai pelatihan vokasipada tahun 2027 untuk memperluas akses pelatihan kerja di Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana menambah 14 balai pelatihan vokasi pada tahun 2027. Penambahan tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan keterampilan kerja, dengan target minimal satu balai di setiap provinsi di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengatakan saat ini pemerintah memiliki sekitar 42 balai pelatihan vokasi yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Dengan penambahan 14 balai pada tahun depan, jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 56 balai.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Tahun ini, kita memiliki sekitar 42 balai. Insyaallah, tahun depan akan bertambah minimal 14 balai, sehingga jumlahnya menjadi 56,” ujar Yassierli dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan balai pelatihan vokasi di berbagai daerah diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Jadi, saat ini ada 42 balai, mulai dari Aceh sampai Jayapura. Bekasi merupakan salah satu contoh balai besar, sedangkan balai-balai di daerah mungkin tidak sebesar ini,” jelasnya.

Selain menyelenggarakan pelatihan, balai-balai tersebut nantinya diharapkan dapat membina balai pelatihan milik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota. Dengan demikian, pelaksanaan pelatihan vokasi di daerah dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Tahun depan, insyaallah, akan ada penambahan 14 balai lagi. Target kita, minimal setiap provinsi memiliki satu balai. Nantinya, balai tersebut juga akan membina balai-balai milik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota,” ungkapnya.

Yassierli menegaskan, program Pelatihan Vokasi Nasional merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membekali masyarakat dengan keterampilan spesifik yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Program tersebut terutama menyasar lulusan SMA dan SMK, tetapi tetap terbuka bagi kelompok masyarakat lainnya. Kemnaker juga terus berupaya meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan ke industri.

Melalui penambahan balai dan penguatan kerja sama dengan industri, pemerintah berharap akses pelatihan semakin merata dan lulusan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya.

 

Penulis: Salma Editor: Bams
Berita

“PUSPAGA dan UPTD PPA akan terus mengawal dan mendampingi korban, terutama kebutuhan psikologi selama proses hukum ini berlanjut. Selain itu, kami juga membuka diri seluas-luasnya bagi para santri atau murid lain yang mungkin bukan merupakan korban langsung, namun turut merasakan dampak psikologis, trauma, atau kecemasan akibat kasus ini. Pendampingan psikososial juga kami sediakan agar mereka dapat kembali merasa aman dan tenang” tegas Resa dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Senin 12 Oktober 2026.

Berita

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk membiasakan pembayaran tagihan listrik sejak awal bulan. Dengan pembayaran yang lebih terencana, pelanggan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman tanpa perlu khawatir terhadap kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan,” ujar Kurniawan dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Sabtu 10 Oktober 2026.

Exit mobile version