Peristiwa

Polisi Ungkap Dugaan Motif Pelajar Ikut Kerusuhan: Cari Sensasi dan Pengakuan

Polres Metro Bekasi Kota mengungkap dugaan motif pelajar yang mengikuti aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di kawasan Gedung DPR-MPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026.

Dalam hal ini, polisi berhasil mengamankan empat orang yang merupakan penggerak atau mobilisator pelajar untuk ikut aksi demonstrasi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Berdasarkan pemeriksaan sementara, para pelajar diduga terdorong keinginan mencari sensasi dan memperoleh pengakuan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Verdika, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya iming-iming uang atau imbalan untuk mengajak pelajar mengikuti aksi tersebut.

“Dorongannya adalah mereka ingin mencari sensasi, kemudian aktualisasi diri, pengakuan bahwa dengan mengikuti kegiatan aksi dan mengikuti kerusuhan itu bagi mereka sesuatu hal yang hebat,” kata Verdika saat memberikan keterangan, Rabu 30 September 2026.

Menurut Verdika, pola pikir tersebut perlu diluruskan agar pelajar tidak menganggap keterlibatan dalam aksi yang berujung kerusuhan sebagai sesuatu yang membanggakan.

“Hal inilah yang harus kita luruskan, bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, para pelajar menerima ajakan melalui grup Instagram, kemudian berangkat bersama teman-teman sekolah lainnya. Mereka berkumpul di wilayah Harapan Indah sebelum menaiki sebuah truk terbuka untuk menuju Jakarta.

Polisi juga mendalami dugaan ajakan melakukan kekerasan yang beredar melalui media sosial, termasuk ajakan merusak fasilitas umum, menyerang polisi, dan melakukan pembakaran. Salah satunya adalah dugaan ajakan menyiapkan bom Molotov.

Dalam penanganan perkara ini, polisi mengimbau orang tua, guru, alumni, pengelola akun media sosial, serta influencer untuk bersama-sama menjaga pelajar agar tidak terlibat dalam kegiatan yang mengarah pada kekerasan maupun tindak pidana.

Ia juga mengajak masyarakat membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan mengarahkan solidaritas antarpelajar pada kegiatan positif.

“Jadikan solidaritas sekolah sebagai semangat untuk saling menjaga dan mendukung kegiatan yang positif,” tuturnya.

 

 

Penulis: SalmaEditor: Bams
Peristiwa

“Polsek Tambun Selatan telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan mendatangi dan melakukan pengecekan TKP, mencari serta meminta keterangan saksi, dan mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 25 September 2026.

Exit mobile version