Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mendampingi korban dugaan bullying di salah satu boarding school di Kota Bekasi saat menjalani pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Metro Bekasi Kota.
Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, mengatakan pendampingan dilakukan untuk memberikan penguatan kepada korban yang sebelumnya sempat merasa takut menjalani pemeriksaan di kepolisian.
Menurut Novrian, proses pemeriksaan terhadap korban dan orangtuanya berlangsung sejak siang hingga malam hari. KPAD turut mendampingi korban selama pemeriksaan berlangsung.
“Anak awalnya takut sebenarnya jika diperiksa di polisi. Tapi karena memang kita berikan pendampingan, ada penguatan secara psikologis terhadap anak,” ujar Novrian dikutip Bekasiguide.com, Rabu 30 September 2026.
Novrian mengatakan kondisi psikologis korban menjadi perhatian utama KPAD. Saat kasus tersebut pertama kali mencuat, korban disebut masih mengalami trauma dan ketakutan.
“Waktu mau di-BAP juga bilang masih takut. Terus kami dampingi, kami kasih penguatan, pas itu akhirnya saya dampingi di kepolisian,” katanya.
Selain pendampingan saat pemeriksaan, KPAD juga terus memantau kondisi psikologis korban selama proses penanganan kasus berjalan. Novrian menegaskan pihaknya ingin memastikan pemenuhan hak anak, termasuk hak mendapatkan pendidikan.
“Kita lebih fokus pada bagaimana pemenuhan pendidikan untuk anak,” ucapnya.
Di sisi lain, KPAD Kota Bekasi juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membahas penanganan kasus tersebut secara lebih menyeluruh. Pertemuan dengan Dinas Pendidikan diagendakan untuk mencari formulasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Novrian mengatakan KPAD juga akan melihat kondisi di lapangan dan meminta keterangan pihak sekolah. Menurutnya, apabila ditemukan persoalan dalam sistem atau manajemen sekolah terkait penanganan kekerasan terhadap anak, KPAD dapat memberikan masukan maupun rekomendasi perbaikan kepada pihak terkait.
“Tujuannya adalah memperbaiki bagaimana manajemen sekolah itu menjadi lebih baik ke depannya,” pungkas Novrian.
