Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) bersama Satgaster Patroli Sungai TNI dari Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat dan DLH Kabupaten Bogor menyusuri Sungai Cileungsi untuk memetakan pipa-pipa pembuangan limbah, baik yang terlihat maupun pipa siluman yang tersembunyi.
Pemetaan dilakukan di tengah kondisi Sungai Cileungsi yang menghitam diduga akibat pencemaran limbah industri, terutama saat musim kemarau ketika debit air menyusut jauh. Data hasil susur tersebut akan digunakan DLH Kabupaten Bogor untuk pengendalian pencemaran.
“Satgaster TNI mempunyai keahlian dan kemampuan dalam mencari potensi-potensi pencemaran,” ungkap Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Kamis pagi 24 September 2026.
Pemetaan tidak hanya di Cileungsi. KP2C bersama Satgaster DSDA Jabar dan DLH Kota Bekasi juga menyisir Kali Bekasi untuk mendata saluran dan pipa industri yang membuang limbah ke sungai.
Hal serupa dilakukan di Sungai Cikeas bersama Perumda Tirta Kahuripan. Susur sungai dilakukan untuk memetakan potensi pencemaran, mengingat airnya menjadi sumber air baku minum masyarakat yang dikelola Tirta Kahuripan.
Bagi KP2C yang beranggotakan 65.000 warga terdampak Sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi, kolaborasi ini menjadi dukungan nyata dalam upaya pelestarian sungai.
Jelang berakhirnya masa tugas Satgaster Patroli Sungai DSDA Jabar pada 1 Oktober 2026, KP2C berharap penugasan diperpanjang atau kembali ditugaskan pada 2027 untuk membantu pengendalian pencemaran, perlindungan sempadan, mitigasi banjir, pelestarian sungai, penegakan disiplin sampah, hingga penanaman pohon.
Puarman menegaskan komitmen KP2C untuk terus menjaga sungai bersama Satgaster.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Patroli Sungai DSDA Jabar yang telah bekerja bersama kami menjaga sungai,” pungkasnya.
