Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyoroti perjuangan buruh dalam revisi Undang-Undang Cipta Kerja saat menghadiri Konsolidasi Akbar Buruh di kawasan MM2100 Cibitung Kabupaten Bekasi pada Jumat 11 September 2026.
Sigit mengapresiasi kegiatan konsolidasi yang mempertemukan para buruh, pengusaha, pengelola kawasan industri, serta perwakilan APINDO dalam satu forum.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membangun dialog dan mencari titik tengah atas berbagai persoalan yang tengah diperjuangkan para buruh.
“Harapan kita ini kemudian bisa mencairkan hal-hal yang saat ini memang sedang diperjuangkan oleh teman-teman buruh dalam revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang harus diketuk pada tanggal 30 Oktober nanti harus sudah tuntas,” kata Sigit dikutip Bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.
Ia menilai, dialog antara buruh, pengusaha, dan pengelola kawasan merupakan langkah maju dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
Sebab, kata Sigit, berbagai persoalan yang sebelumnya kerap disampaikan melalui aksi turun ke jalan kini dapat diawali dengan duduk bersama dan berdialog.
“Walaupun tentunya tetap ada dinamika-dinamika, namun harapan kita ada titik tengah yang bisa diselesaikan,” ujarnya.
Sigit juga meminta buruh dan pengusaha membangun hubungan yang saling mendukung. Ia berharap buruh dapat menjadi bagian dari keluarga perusahaan sehingga tercipta hubungan industrial yang mampu mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan bersama.
“Syaratnya satu, kita semua harus kompak, harus satu, harus gotong royong antara buruh. Saya minta untuk menjadi bagian keluarga dari perusahaan, aset perusahaan, sehingga kemudian bersama-sama saling menjaga, bersama-sama saling mendorong untuk sama-sama bertumbuh,” katanya.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara buruh dan pengusaha menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing investasi serta mendukung pengembangan industri di Indonesia.
Sigit juga menyinggung program hilirisasi yang dinilai dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Ia berharap pengembangan kawasan industri turut diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Harapan kita Indonesia betul-betul bisa mencapai apa yang menjadi cita-cita dan harapan bersama, cita-cita dan tujuan nasional kita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
