Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) imbas adanya abu vulkanik di SD Negeri Bintara VI, Bekasi Barat, menghadapi sejumlah kendala. Keterbatasan telepon seluler dan akses internet menjadi salah satu keluhan yang disampaikan orang tua siswa.
Pengawas Binaan Bekasi Barat Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Nugraheni Rachmawati mengatakan, kendala tersebut membuat sebagian siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran daring secara maksimal.
“Sejauh ini, keluhan yang paling banyak disampaikan orang tua berkaitan dengan gawai atau telepon seluler dan jaringan internet,” ujar Nugraheni, Selasa 8 September 2026.
Meski demikian, pihak sekolah menyiapkan sejumlah alternatif agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran. Guru telah menyiapkan materi dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dapat dibagikan melalui WhatsApp.
Bagi siswa yang tidak memiliki gawai sama sekali, sekolah mempersilakan mereka datang untuk mengambil materi dan LKPD yang telah disiapkan guru.
“Bagi anak yang tidak punya fasilitas sama sekali, guru-guru juga menyiapkan materi sama LKPD yang siswanya kami persilakan untuk mengambil materi ke sekolah,” katanya.
Sementara bagi siswa yang memiliki gawai tetapi terkendala jaringan internet, materi pembelajaran dapat diakses melalui WhatsApp Group dan digunakan untuk belajar secara semi-offline.
“Anak yang tidak punya gawai sama sekali dia seperti yang tadi disampaikan Bu Misna, bisa mengambil LKPD. Dan satu lagi, dia boleh belajar dengan teman yang rumahnya berdekatan,” jelas Nugraheni.
Dengan berbagai skema tersebut, sekolah berharap seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran selama pelaksanaan PJJ meskipun menghadapi keterbatasan perangkat dan akses internet.
