Metropolitan

Wali Kota Bekasi Usut Dugaan Pungli Pedagang Rp5.000 di Taman Plaza Patriot

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan keterangan kepada awak media terkait dugaan pungutan Rp5.000 kepada pedagang di kawasan Taman Plaza Patriot, Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi memeriksa dugaan pungutan uang kebersihan sebesar Rp5.000 kepada pedagang di kawasan Taman Plaza Patriot.

Tri mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pihak mana yang melakukan pengumpulan uang tersebut serta mengetahui mekanisme dan peruntukan dana yang dibayarkan pedagang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Yang ingin saya pertanyakan adalah Rp5.000 ini ke mana? Oleh siapa dan bagaimana cara pengumpulannya. Kemudian termasuk apakah mungkin sampai distribusi kepada pimpinan unit kantornya,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Senin 24 Agustus 2026

Ia menegaskan, jika pungutan tersebut merupakan retribusi, mekanismenya harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan daerah yang berlaku.

Menurutnya, pembayaran uang kebersihan tidak lantas membuat pedagang bebas mengabaikan kebersihan dan ketertiban lingkungan.

“Pedagang tetap harus tertib. Membayar kebersihan bukan berarti mereka juga boleh mengotori,” ujarnya.

Tri meminta proses pemeriksaan dilakukan secara cepat. Ia menargetkan hasil pemeriksaan dapat diketahui dalam waktu satu minggu sehingga pemerintah dapat menentukan langkah terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Saya minta BKPSDM dan Inspektorat untuk memeriksa. Saya minta pemeriksaannya cepat, sehingga satu minggu ini harusnya sudah selesai. Minggu depan kita bisa mengambil keputusan,” katanya.

Tri juga menyebut pejabat terkait dapat dibebastugaskan sementara agar dapat lebih fokus menjalani proses pemeriksaan. Tugas kedinasan mereka untuk sementara akan ditangani oleh pejabat pengganti.

Ia berharap penataan kawasan Plaza Patriot dapat berjalan dengan baik, sehingga aktivitas masyarakat tetap nyaman sekaligus memberikan ruang bagi pedagang untuk menjalankan kegiatan ekonominya.

“Yang lebih utama adalah bagaimana kita melakukan penataan agar ekonomi tetap tumbuh,” kata Tri.

 

 

 

Exit mobile version