Peristiwa

Perumda Tirta Bhagasasi Salurkan Tujuh Tangki Air Untuk Desa Yang Alami Kekeringan di Cibarusah 

Warga mengantre mengambil air bersih dari mobil tangki Perumda Tirta Bhagasasi di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sebanyak tujuh mobil tangki dikerahkan setiap hari untuk mendistribusikan air bersih ke tiga desa yang terdampak kekeringan, yakni Ridogalih, Ridomanah, dan Sinarjati.

Perumda Tirta Bhagasasi terus menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Setiap hari, sebanyak tujuh mobil tangki dikerahkan untuk melayani kebutuhan air bersih di tiga desa yang mengalami krisis air.

Kepala Cabang Cibarusah Perumda Tirta Bhagasasi, Supriyadi, mengatakan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui PMI dan bagian terkait di kantor pusat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Untuk pendistribusian air di Kecamatan Cibarusah, kami berkoordinasi dengan BPBD melalui PMI dan bagian terkait di kantor pusat. Jadi kami mengikuti arahan mengenai titik-titik yang harus dikirim bantuan air bersih,” ujar Supriyadi dikutip Bekasiguide.com, Kamis 30 Juli 2026.

Ia menjelaskan, saat ini pendistribusian difokuskan ke tiga desa, yakni Desa Ridogalih, Desa Ridomanah, dan Desa Sinarjati. Dalam sehari, Perumda Tirta Bhagasasi mengoperasikan sekitar tujuh mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Untuk wilayah Cibarusah, setiap hari bisa sekitar tujuh mobil tangki,” jelasnya.

Menurut Supriyadi, permintaan bantuan air bersih di Kecamatan Cibarusah telah berlangsung sekitar tiga bulan seiring musim kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan debit.

Meski terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, distribusi air bersih harus dilakukan secara bergiliran karena cakupan wilayah terdampak cukup luas. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat.

“Masyarakat harus lebih hemat dalam menggunakan air. Kami tidak bisa maksimal mengirim setiap hari ke satu titik karena masih banyak wilayah lain yang juga membutuhkan bantuan,” tutupnya.

 

 

Peristiwa

“Begitu menerima laporan, seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan pengamanan lokasi dan penanganan. Berkat koordinasi yang baik, jalur yang sempat terhalang berhasil kembali dilalui kereta api pada pukul 12.18 WIB, atau sekitar 63 menit sejak kejadian dilaporkan. Kami terus berupaya meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Franoto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 6 Agustus 2026. 

Exit mobile version