Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menuai keluhan dari sejumlah masyarakat. Salah satunya disampaikan Jamaludin Haris (38), warga Bekasi Timur, yang mengaku terkejut mengetahui adanya kenaikan harga tersebut.
Jamaludin mengatakan dirinya baru mengetahui kenaikan harga Pertamax pada pagi hari saat hendak beraktivitas. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi secara mendadak cukup memberatkan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Saya baru tahunya pagi ini. Kalau tahu dari kemarin mungkin sudah isi bensin dulu. Sebagai pengguna Pertamax, saya memang dengan sadar memilih BBM non-subsidi, tapi kenaikan seperti ini tentu sangat terasa,” kata Jamaludin dikutip Bekasiguide.com, Rabu 10 Juni 2026.
Ia mengaku tetap menggunakan Pertamax untuk kendaraannya. Namun, dengan kenaikan harga yang terjadi, jumlah BBM yang didapat menjadi lebih sedikit meski nominal pengisian tetap sama.
Biasanya, Jamaludin mengisi BBM sekitar Rp55 ribu untuk kebutuhan perjalanan kerja dan aktivitas sehari-hari. Kini, ia harus menyesuaikan penggunaan kendaraan agar konsumsi bahan bakar lebih hemat. Menurutnya, pemerintah sebaiknya menerapkan kenaikan harga secara bertahap agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan pengeluaran.
“Kalau memang harus naik, sebaiknya bertahap. Masyarakat jadi punya waktu untuk menyesuaikan anggaran. Kalau langsung naik cukup besar tentu terasa berat,” ujarnya.
Kenaikan harga Pertamax juga membuat Jamaludin mempertimbangkan kembali penggunaan transportasi umum. Ia mengaku sebelumnya menggunakan LRT dan baru beberapa hari terakhir kembali memakai sepeda motor untuk menekan biaya transportasi.
“Sekarang jadi dilema. Tadinya pakai motor untuk menghemat biaya, tapi dengan kenaikan BBM seperti ini saya mempertimbangkan lagi menggunakan transportasi umum, mungkin LRT,” ucapnya.
Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat, khususnya kelompok pekerja yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.








