Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

KDM Wajib Tinjau Ulang Penunjukan SMKN 2 Kota Bekasi Jadi Sekolah Unggulan MAUNG

×

KDM Wajib Tinjau Ulang Penunjukan SMKN 2 Kota Bekasi Jadi Sekolah Unggulan MAUNG

Sebarkan artikel ini
Tokoh masyarakat Ciketing Udik, Komarudin.

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menunjuk SMKN 2 Kota Bekasi sebagai sekolah unggulan MAUNG menuai penolakan dari warga Bantargebang, Kota Bekasi. Kebijakan tersebut dinilai mengancam akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah sekitar TPST Bantargebang.

Warga menilai program sekolah unggulan MAUNG yang hanya menerima siswa melalui jalur prestasi tanpa sistem zonasi bertolak belakang dengan kondisi sosial masyarakat Bantargebang yang selama ini terdampak langsung aktivitas TPST Bantargebang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Tokoh masyarakat Ciketing Udik, Komarudin, menegaskan keberadaan SMKN 2 Kota Bekasi sejak awal dibangun untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Bantargebang. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak menghilangkan kesempatan warga sekitar untuk bersekolah di SMKN tersebut.

“SMKN 2 Kota Bekasi hadir sejak awal didirikan khusus untuk meningkatkan pendidikan anak-anak Bantargebang. Jangan tutup kesempatan anak-anak bersekolah di sana,” ujar Komarudin dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Rabu 20 Mei 2026.

Menurutnya, tidak semua lulusan SMP di Bantargebang mampu memenuhi standar prestasi yang ditetapkan sekolah unggulan. Hal itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi lingkungan hingga kualitas pendidikan yang masih terus dibenahi pemerintah.

“Tidak semua lulusan SMP di sini mencapai standar berprestasi. Banyak faktor penyebabnya dan pemerintah masih bekerja keras meningkatkan standar itu semuanya. Menjadi paradoks apabila justru status sekolah unggulan ini memperkecil kesempatan sebagian anak-anak Bantargebang bersekolah di SMKN 2 Kota Bekasi,” katanya.

Ia menilai penunjukan SMKN 2 Kota Bekasi sebagai sekolah unggulan MAUNG menunjukkan para pemangku kebijakan atau yang menunjuk SMKN 2 Kota Bekasi menjadi sekolah unggulan Maung kurang empati terhadap kondisi masyarakat Bantargebang yang selama ini menghadapi dampak lingkungan dan sosial akibat TPST Bantargebang.

“Jangan sampai sekolah yang sejak awal hadir untuk masyarakat Bantargebang justru sulit diakses anak-anak Bantargebang sendiri. Pak Gubernur harus segera meninjau ulang kebijakan ini,” tegas Komarudin.

Example 120x600
Berita

“Momentum Idul Adha mengajarkan kita tentang kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan untuk berbagi. Melalui Program Tebar Berkah Daging, kami ingin memastikan bahwa manfaat zakat pegawai PLN dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menghadirkan kebahagiaan di hari raya yang penuh makna ini,” ujar Wiedhyarno dalan keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Sabtu 30 Mei 2026.

Berita

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses terhadap pendidikan dan sarana belajar yang layak. Melalui kegiatan berbagi literasi ini, kami ingin memberikan dukungan nyata bagi para santri agar semakin semangat dalam belajar, membaca, dan memperdalam ilmu agama. Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta menjadi penyemangat bagi para pengajar dan santri dalam menjalankan proses pembelajaran sehari-hari,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Jumat 29 Mei 2026.

Berita

“Kegiatan kurban ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sekaligus sebagai wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat sekitar. Melalui momen ini, kami berharap dapat terus menjaga hubungan baik dan sinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk warga sekitar, mitra kerja, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Kamis 28 Mei 2026.