Ketua RW 02 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Edih (60) mengapresiasi program dana hibah sebesar Rp100 juta yang diberikan pemerintah kepada setiap RW.
Ia menilai nominal Rp100 juta cukup membantu, meski belum sepenuhnya mencukupi seluruh kebutuhan. Ke depan, ia berencana akan menggunakan dana hibah tersebut untuk pembangunan infrastruktur lingkungan, seperti perbaikan jalan yang masih berupa tanah merah dan batu.
“Untuk tahun 2026, kemungkinan besar akan difokuskan ke infrastruktur, karena masih ada jalan yang berupa batu dan tanah merah. Nanti akan kami koordinasikan dengan RT dan warga,” kata Edih dikutip Bekasiguide.com, Rabu 6 Mei 2026.
Sebelumnya, dana hibah yang diterima pada Oktober 2025 telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas dasar di lingkungan RT. Sejumlah perlengkapan seperti tenda, sound system, meja, bangku, hingga kipas angin telah dibeli guna menunjang kegiatan warga.
“Dana tersebut kami gunakan untuk membeli tenda, sound system, kipas angin, televisi, alat potong rumput, meja, dan bangku. Jadi fasilitas untuk RT Alhamdulillah sudah tercukupi,” jelasnya.
Menurut Edih, pembagian bantuan tersebut tidak dilakukan secara merata, melainkan berdasarkan skala prioritas. RT yang belum memiliki fasilitas sama sekali menjadi perhatian utama agar seluruh wilayah memiliki sarana dasar dan tidak lagi bergantung pada sewa.
“Kami menggunakan skala prioritas. Contohnya RT 05, sebelumnya tidak punya fasilitas sama sekali dan selalu menyewa. Maka kami dahulukan agar semua RT minimal punya fasilitas dasar dan tidak perlu menyewa lagi,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, ia memastikan penggunaan dana hibah dilakukan secara transparan melalui musyawarah bersama RT, warga, dan unsur masyarakat lainnya.
Ia juga berharap ke depan program ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan, sehingga pembangunan infrastruktur lingkungan bisa lebih optimal.








