Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Anak Down Syndrome dan Ibunya Jadi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

×

Anak Down Syndrome dan Ibunya Jadi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini

Kisah pilu datang dari insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Seorang ibu, Sariati (63), dan putrinya, Putri (24) yang merupakan penyandang Down Syndrome, turut menjadi korban luka dalam peristiwa yang terjadi pada Senin 26 April 2026.

Saat ini, keduanya masih mendapatkan penanganan di RSUD Kota Bekasi. Kondisi Sariati (63) dilaporkan cukup serius usai mengalami benturan keras saat kejadian.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Perwakilan Fatayat NU DKI Jakarta, Nia, yang mendampingi korban mengungkapkan bahwa Sariati harus menjalani operasi besar. Dokter terpaksa mengangkat limpa karena kerusakan organ dalam yang cukup parah.

“Setelah operasi, kondisinya masih dalam pemulihan. Ada beberapa bagian organ dalam yang mengalami kerusakan akibat benturan,” ujar Nia dikutip Bekasiguide.com, Kamis 30 April 2026.

Sementara itu, kondisi Putri jauh lebih stabil. Ia hanya mengalami luka memar dan kini sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan. Meski begitu, Putri tetap memilih berada di rumah sakit untuk mendampingi sang ibu.

Hal ini bukan tanpa alasan. Keduanya diketahui hanya tinggal berdua di sebuah kontrakan di wilayah Cikarang Barat tanpa keluarga dekat.

“Anaknya sebenarnya sudah boleh pulang, tapi tidak bisa jauh dari ibunya. Jadi tetap mendampingi di rumah sakit,” jelasnya.

Pihak pendamping sempat mengajukan permohonan tambahan tempat tidur agar Putri bisa beristirahat dengan layak selama menemani ibunya. Permintaan tersebut kemudian direspons dengan pemindahan ruang perawatan ke kelas yang lebih memadai.

Diketahui, Putri masih memiliki dua saudara yang berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Salah satu di antaranya kini tengah menuju Bekasi untuk membantu proses pendampingan.

Sebagai informasi, kecelakaan maut ini bermula ketika KRL rute Cikarang–Jakarta menabrak sebuah taksi di perlintasan tanpa palang pintu di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Insiden tersebut menyebabkan gangguan perjalanan kereta lainnya.
Dalam situasi tersebut, rangkaian KRL yang tertahan di stasiun kemudian ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Pasar Turi. Benturan keras pun tak terhindarkan.

Akibat kecelakaan ini, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 91 lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi perkeretaapian terbesar yang terjadi di wilayah Bekasi dalam beberapa waktu terakhir.

Example 120x600
Berita

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk membiasakan melakukan pembayaran rekening listrik sebelum tanggal 20 setiap bulan melalui PLN Mobile. Selain lebih praktis dan efisien, pembayaran tepat waktu juga membantu pelanggan terhindar dari denda maupun penghentian sementara aliran listrik. PLN akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Firman dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Sabtu 19 September 2026.

Berita

“Melalui program Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap sambungan listrik mandiri ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi Bapak Hendrik beserta keluarga, sekaligus mendukung berbagai aktivitas sehari-hari di rumah dengan kelistrikan yang lebih baik dan sesuai standar,” tutur firman dikutip bekasiguide.com, Jumat 18 September 2026.