Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Diduga Jadi Korban Bullying, Siswi SMA di Bekasi Justru Dilaporkan ke Polisi

×

Diduga Jadi Korban Bullying, Siswi SMA di Bekasi Justru Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan artikel ini

Seorang siswi SMA Negeri di Kota Bekasi berinisial EQ (17) diduga menjadi korban perundungan (bullying) oleh kakak kelasnya. Namun ironisnya, setelah sempat dimediasi pihak sekolah, siswi tersebut justru dilaporkan ke polisi.

Orang tua korban, Eka Dini mengungkapkan, perundungan sudah terjadi sejak awal anaknya masuk sekolah. Korban kerap dihina dengan sebutan seperti “kampungan”, “nora”, hingga “sok cantik”, bahkan beberapa kali mengalami kontak fisik.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Anak saya sering dikata-katain, bahkan kadang disenggol juga secara fisik,” ujar Eka dikutip Bekasiguide.com, Kamis 16 April 2026.

Puncaknya terjadi pada 6 Februari 2026. Saat mencoba menanyakan alasan dirinya terus menjadi sasaran, korban justru mendapat tindakan kekerasan berupa tendangan dan jambakan. Dalam kondisi terdesak, korban melakukan perlawanan secara refleks.

“Dia cuma tanya ‘ada apa’, tapi malah ditendang dan dijambak,” katanya.

Setelah kejadian, pihak sekolah memediasi kedua belah pihak melalui guru BK. Keduanya disebut telah berdamai dan membuat surat pernyataan.

“Saya pikir sudah selesai, karena sudah dimediasi dan saling memaafkan,” ungkapnya.

Namun belakangan, keluarga korban justru mengetahui adanya laporan polisi terhadap anaknya. Hal itu membuat kondisi mental korban menurun drastis.

“Dia jadi stres, sering nangis, dan takut ke sekolah karena malu,” jelas orang tua korban.

Orang tua korban juga mengungkap adanya permintaan uang sebesar Rp200 juta yang disampaikan melalui pihak sekolah, disertai permintaan surat dan video permintaan maaf. Meski telah dipenuhi, laporan tetap berjalan.

“Katanya kalau sudah minta maaf laporan akan dicabut, tapi justru anak saya dapat panggilan polisi,” tegasnya.

Example 120x600
Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.