Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi menilai penting pembenahan tata suara (sound system) masjid. Karenanya, perlu pelatihan agar bisa diikuti pengurus masjid.
“Kita akan menggelar pelatihan akustik masjid. Pesertanya pengurus DKM dan juga operatornya,” kata KH. Jaja Jaelani, Ketua DMI Kota Bekasi, Rabu 01 April 2026.
Hal itu disampaikan usai memimpin rapat pelatihan akustik masjid di Kota Bekasi. Rapat diikuti panitia pelatihan dan pengurus DMI Kota Bekasi.
Disebutkan, masih banyak yang belum tahu bagaimana yang benar tata kelola akustik di masjid. Kadang ada yang menganggap bahwa yang penting bunyi. Sementara kebutuhan jamaah dalam sisi dakwah dan syiar bukan hanya bunyi dengan keras. Tetapi juga perlu keseimbangan. “Dan nyaman,” katanya.
H. Suparmin, Ketua Panitia Pelatihan Akustik Masjid, mengatakan rencana pelatihan bagi operator di masjid ini dilaksanakan pada 18 April mendatang. Sedangkan pesertanya seluruh DKM di Kota Bekasi. Namun karena keterbatasan tempat, akan dilakukan secara bertahap.
Sasaran dari kegiatan ini adalah tercapainya tata kelola pengeras suara di masjid dengan baik dan benar. Panitia juga menjalin kerjasama dengan pelatih profesional.








