Sholihin menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan umat melalui wadah Sahabat MUI Kota Bekasi. Ia memastikan kehadiran organisasi tersebut bukan untuk menjadi tandingan Majelis Ulama Indonesia (MUI), melainkan memperkuat peran keumatan lewat kolaborasi.
Sholihin yang juga dikenal sebagai Gus Shol dan didapuk sebagai Pembina Sahabat MUI Kota Bekasi menyatakan siap berkontribusi selama tujuannya untuk kepentingan masyarakat.
“Selagi untuk kepentingan Kota Bekasi, saya siap membantu. Yang penting bicara Kota Bekasi, saya siap,” ujar Gus Shol dikutip bekasiguide.com di Islamic Center, Sabtu 14 Februari 2026.
Menurutnya, keterlibatannya dilandasi semangat membina umat agar tetap berada di jalur yang benar. Salah satu fokus utama Sahabat MUI adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba dan pengaruh negatif lainnya.
“Untuk membina umat agar tidak terhubung dengan narkoba dan hal-hal yang merusak. Sahabat MUI ini akan memberikan edukasi kepada umat di Kota Bekasi, mulai tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan,” katanya.
Ia juga menegaskan, Sahabat MUI tidak akan berbenturan dengan MUI. Justru, perannya untuk mengawal serta mengisi ruang-ruang yang belum terjangkau dalam pembinaan umat.
“Sebetulnya tidak ada benturan. Ini kolaborasi saja. Mengawal MUI dan mengisi ruang-ruang yang mungkin masih kosong. Intinya kolaborasi,” tegasnya.
