Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Usai Tragedi Anak di NTT, Mensos Dorong Pembenahan Data Perlindungan

×

Usai Tragedi Anak di NTT, Mensos Dorong Pembenahan Data Perlindungan

Sebarkan artikel ini

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendorong pembenahan data perlindungan sosial menyusul terjadinya tragedi yang menimpa seorang anak yang mengakhiri hidupnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat pentingnya negara memiliki data yang akurat agar kelompok rentan tidak terlewat dari sistem perlindungan.

Gus Ipul menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan memastikan pemerintah pusat telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen. Namun, ia menegaskan bahwa langkah ke depan tidak hanya sebatas penanganan kasus, melainkan penguatan sistem secara menyeluruh.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Yang lebih penting ke depan adalah bagaimana kita bersama pemerintah daerah memperkuat dan membenahi data perlindungan sosial. Dengan data yang akurat, negara bisa hadir lebih cepat dan tepat,” ujar Saifullah dikutip Bekasiguide.com, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, selama ini masih terdapat keluarga rentan yang belum terjangkau karena data yang belum sepenuhnya terintegrasi. Kondisi tersebut menyebabkan pendampingan dan bantuan sosial tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Pemerintah saat ini, lanjut Mensos, tengah melakukan konsolidasi data nasional melalui kebijakan satu data sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Melalui kebijakan ini, data dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga BUMN disatukan dan terus dimutakhirkan.

“Dulu data masih terpisah-pisah. Sekarang kita satukan secara bertahap agar lebih akurat. Dengan data yang kuat, tragedi seperti ini bisa kita mitigasi dan cegah ke depan,” katanya.

Mensos juga menyinggung keberadaan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya negara menjangkau keluarga kurang mampu yang selama ini tidak tampak dalam sistem. Program tersebut dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga rentan mendapatkan pendidikan formal sekaligus pendampingan sosial.

“Presiden Prabowo meminta agar negara bisa menjangkau keluarga-keluarga yang tidak terlihat. Pembenahan data perlindungan menjadi kunci utama,” ujar Mensos.

Saat ini, pemerintah masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan keluarga terkait untuk menindaklanjuti hasil asesmen di lapangan. Mensos berharap penguatan data perlindungan sosial dapat menjadi pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang.

Example 120x600
Berita

“Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Kholis, dikutip Bekasiguide.com, Minggu 6 September 2026.

Berita

“Melalui program Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik secara langsung bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri. Kami berharap penyalaan listrik di kediaman Bapak Enin dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung berbagai aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi kami, setiap sambungan listrik yang terwujud bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membawa kemudahan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.” ungkap Firman, Jumat 04 September 2026.

Berita

“Kita harus bisa mewaspadai penyakit yang baru muncul atau emerging disease. Dengan perubahan iklim, mungkin ada beberapa jenis virus yang selama ini tidak berkembang. Begitu ada perubahan iklim, virus tersebut bisa berkembang dan menyebar,” ujar Sriyanto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 3 September 2026. 

Berita

“Melalui YBM PLN Bekasi, kami ingin terus menghadirkan kepedulian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan sembako ini merupakan bentuk dukungan kepada para santri agar mereka dapat terus menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an dengan penuh semangat. Kami berharap program yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri dalam menuntut ilmu,” tutur Firman dikutip bekasiguide.com, Rabu 02 September 2026.