Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Modus Pengobatan Alternatif, Ustad di Bekasi Cabuli Belasan Wanita

×

Modus Pengobatan Alternatif, Ustad di Bekasi Cabuli Belasan Wanita

Sebarkan artikel ini

Seorang oknum ustad berinisial (M) di kelurahan Jatimurni, kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi diduga mencabuli belasan wanita dengan modus melakukan pengobatan alternatif.

Menurut pengakuan salah satu korban yang berinisial K (28), peristiwa pencabulan itu terjadi sejak tahun 2019. Korban datang ke tempat pelaku dengan niat meminta petunjuk terkait keberadaaan suaminya yang hilang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Saat di lokasi, pelaku langsung menyuruh korban duduk di pangkuannya. Setelah itu, pelaku mencoba melakukan pencabulan dengan cara meraba payudara dan memasukkan jarinya kemaluan korban.

“Kan waktu itu datang ke situ, niat mau minta air doa buat nyari keberadaan suami saya, terus pertama-tama dia nyuruh saya duduk di pangkuannya, nah pas itu kok dari belakang dia ngeraba-raba gitu ngeraba bagian payudara saya sama tangannya Masuk ke Kemaluan saya,” kata K dikutip Bekasiguide.com, Selasa 13 Mei 2025.

K menjelaskan, saat ia berusaha berontak, pelaku justru malah terus melakukan aksinya. Pelaku bahkan mencium leher dan bibirnya secara brutal.

“Terus saya bilang ‘kok kayak gini’ Terus kata dia ‘Pengobatannya emang kayak gini’ Yang lain juga begitu, Terus habis dari payudara, dia ke kuping, habis ke kuping ke pipi, Terus dari pipi itu ke mulut,” jelasnya.

Usai mendapat perlakuan cabul dari pelaku, korban sempat mengaku takut untuk melapor ke orang sekitar.

“Saya Nggak berani lapor karena Malu sama takut,” ungkapnya.

Ia berharap, pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku. Dikarenakan, selama ini warga sekitar sudah resah akibat perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku.

“Ini sih segera ketangkep karena udah resah ya dari 2016,” tutupnya.

Example 120x600
Peristiwa

“Dari keterangan warga, ada anak-anak yang bermain petasan lalu melemparnya ke dalam rumah kosong yang di dalamnya terdapat sarung tangan latex. Api kemudian merambat hingga menimbulkan kebakaran,” ujar Haryanto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 12 Maret 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti ekskavator untuk menyingkirkan timbunan sampah. Selain itu, kami juga mengerahkan unit K9 dan drone thermal untuk membantu mendeteksi kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun,” ujar Desiana dikutip Bekasiguide.com, Selasa 10 Maret 2026.