Ekbis

Tingkatkan Pelayanan Air Bersih, Tirta Bhagasasi Kerja Sama dengan Swasta

BEKASI- Untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat pelanggan di Bekasi. Perumda Tirta Bhagasasi, lakukan upaya kerja sama alias menggandeng pihak swasta untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Ini adalah komitmen Perumda Tirta Bhagasasi sebagai perusahaan milik daerah, untuk terus meningkatkan pelayanan, diantaranya dengan perluasan cakupan layanan serta pembangunan sekaligus peningkatan produksi air bersih. Sehingga kerja sama pembangunan IPA baru ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kerja sama ini menyepakati pembangunan IPA dengan kapasitas produksi 500 liter per detik, dan berlokasi di cabang Bekasi Kota (Poncol). Skema sendiri dilakukan selama 19 tahun dengan PT NBF Tirta Sejahtera. Ditargetkan, tahun 2025 IPA tersebut sudah bisa beroperasi.

Diketahui, pembangunan IPA baru di cabang Poncol dikategorikan sebagai pengganti lahan terdampak, pembangunan jalan tol BECAKAYU, tepatnya yang berada di kantor cabang Rawa Tembaga.

Oleh karena itu, pentingnya kerja sama tersebut dengan pihak swasta, bahkan kerja sama ini sudah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, mengingat pemenuhan air bersih menjadi tanggung jawab dari mulai pemerintah pusat hingga ke daerah melalui Perumda Tirta Bhagasasi.

Ekbis

“Pada tahun 2025, kami berhasil mencapai target pra-penjualan tahunan, didukung oleh minat terhadap produk rumah tapak dan komersial. Ke depan, kami tetap berfokus pada penyelesaian pembangunan tepat waktu serta memastikan proses serah terima berjalan sesuai komitmen kepada konsumen,” ujar Indryanarum dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 Maret 2026.

Ekbis

“Sahabat-AI merupakan langkah penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Lebih dari itu, ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Karena itu, kita membutuhkan AI yang benar-benar Paling Indonesia, dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa,” ujar Meutya.

Ekbis

“Kami optimistis pertumbuhan investasi akan berdampak positif pada industri properti. Tren permintaan menunjukkan sinyal yang kuat dan berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Kamis 12 Februari 2026.

Exit mobile version