Metropolitan

Belasan PMKS Terjaring Razia Satpol-PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi menggelar razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), pada Kamis (06/04/2023). Ada 19 PMKS terjaring razia.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bekasi, Saut Hutajulu mengatakan, pihaknya mengerahkan 60 personel dalam kegiatan razia ini, kemudian di sebar di dua titik. Tiga orang dari Dinas Sosial juga turut hadir.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Dari hasil kegiatan tadi berhasil terjaring 19 orang di mana ada dua bagian yang tim satu dari wilayah Keanji ke Stadion Chandrabhaga, dan Rawa Panjang itu terjaring ada 7 orang. 5 orang dewasa dan dua anak-anak,” kata Saut.

“Tim satu lagi bergerak ke wilayah Utara dari mulai dari Stasiun, Proyek, Lapangan Multiguna, DPRD Jalan Chairil Anwar sampai ke Gerbang Tol Bekasi Timur. Terjaring ada 12 PMKS, sebelas dewasa satu anak,” tambahnya.

Saut menyebut, 19 PMKS yang terjaring diantaranya terdiri dari, pengemis, badut, dan manusia gerobak.

Dirinya menilai, Kota Bekasi memiliki jumlah penduduk yang tergolong besar, yakni mencapai 2,5 juta jiwa, serta mobilitas di pusat kota cukup tinggi. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para PMKS.

“Orang yang ada di pusat kota ini menjadi daya tarik bagi para PMKS, tentunya mereka berharap setiap yang melintas di jalan pusat kota memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan rezeki khususnya di bulan Ramdhan ini,” ujarnya.

Saut belum menjelaskan darimana asalnya kelompok PMKS tersebut. Namun, dirinya menduga bahwa kelompok PMKS itu berasal dari luar Kota Bekasi.

“Kami memprediksi setiap tahunnya banyak orang-orang dari luar kota bekasi datang ke Kota bekasi di bulan Ramadhan untuk mendapatkan rezeki tambahan,” kata Saut.

Adapun 19 PMKS yang terjaring razia, saat ini telah dibawa ke Rumah Singgah, untuk kemudian dilakukan pendataan oleh Dinas Sosial. (Mae)

Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Exit mobile version