Metropolitan

Antisipasi DBD, Wali Kota Ajak Masyarakat Lakukan 4 M Plus

Warga sedang melakukan fogging. (ilustrasi/keyza).

BEKASI- Angka penderita Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Bekasi di tahun 2019 terus meningkat. Sebab itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi melaksanaan kegiatan  Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di seluruh wilayah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi, Dezi Sukrawati mengungkapkan dari total 128 kasus selama Januari 2019, ada 3 wilayah Kecamatan terbanyak jumlah kasusnya, yakni kecamatan Jatiasih 35 kasus, kecamatan Mustikajaya  22 kasus dan kecamatan Jatisampurna 12 kasus.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut Dezi, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dan evaluasi, serta mengumpulkan kepala UPTD Puskesmas, PP DBD Puskesmas, rumah sakit se-Kota Bekasi guna membahas penanggulangan kasus DBD.

Sementara itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengajak kepada seluruh warga Kota Bekasi untuk bersama sama memberantas penyakit DBD dengan melakukan 4M+ yakni Menguras, menutup, mengubur, dan memantau.

“Untuk Plus nya,  yakni mengganti air pada pot bunga, menggunakan lotion dan menggunakan teknologi multiguna seperti Multi Trap,” kata dia kepada awak media pada Rabu (20/02).

Rahmat menegaskan, bahwa tidak ada kata terlambat untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mengantisipasi penyakit DBD.

“Intinya, jangan bilang peduli pada DBD jika belum jadi juru pemantau untuk diri kita sendiri,” tandasnya. (key)

Metropolitan

“Hari pertama sekolah adalah momen yang tidak akan terulang. Saya mengajak para orang tua, khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, untuk meluangkan waktu mendampingi dan mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Kehadiran orang tua bukan hanya memberikan rasa aman dan semangat bagi anak, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang akan selalu mereka kenang,” ujar Tri Adhianto dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Minggu 12 Juli 2026.

Exit mobile version