Ekbis

Syaikhu : Ditangan Pemuda Kreatif, Tahu Bulat Ciamis Mendunia

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu kunjungi pengolahan tahu bulat olahan Kang Dodi di Ciamis, Rabu (28/03).

CIAMIS- Tahu bulat. Ya, sapa yang tak kenal dengan penganan yang satu ini. Kita kerap  menjumpai penjaja tahu bulat menggunakan mobil pickup di daerah Jawa Barat, bahkan di kota lain di pulau Jawa.

Mungkin kita termasuk penikmat tahu bulat lantaran keunikan bentuk dan rasanya. Apalagi anak-anak ketika mendengar teriakan khas dari atas mobil; “tahu bulat… di goreng dadakan, di goreng goreng nyoooi…” mereka segera meminta uang ke ibu bapaknya untuk membeli tahu bulat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Awalnya saya menganggap biasa saja dengan usaha tahu bulat ini. Tapi saat saya berkunjung ke Ciamis, dan di perkenalkan dengan seorang anak muda pengusaha tahu bulat bernama Dodi di kecamatan Cipaku, Ciamis, barulah saya di buat terkejut. Ternyata omset tahu bulat sangat fantastis. Dan, olahannya setiap hari menghabiskan 2,5 hingga 3 ton kedelai, jika di konversi menjadi tahu bulat bisa mencapai 250 hingga 300 ribu tahu bulat,” ungkap Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu di Ciamis pada Rabu (28/03).

Syaikhu sangat mengapresiasi langkah Dodi dengan usahanya tersebut. Apa yang di lakukan Dodi, kata dia, mampu mengangkat ekonomi warga setempat karena Dodi audah turut mengurangi penganggguran dengan memberikan lapangan pekerjaan.

“Tentu ini luar luar biasa. Dari usaha tahu bulat ini, Kang Dodi mampu mempekerjakan karyawan sebanyak seratus lima puluh orang dari lingkungannya,” kata dia.

Syaikhu berharap, apa yang telah Dodi lakukan akan menjadi motivasi tersendiri bagi kalangan anak muda lainnya, khususnya di Jawa Barat. “Semoga, kedepannya semakin banyak anak muda kreatif yang bisa mengembangkan roda perekonomian Jawa Barat,” tandas dia.

Sementara itu, Dodi mengungkapkan, olahan penganan tahu bulat buatannya tidak hanya untuk konsumsi warga Ciamis saja. Kata dia, kota kota besar di Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta menjadi penyebarluasan usahanya.

“Bahkan, sempat ada pesanan dari luar Jawa, sebut saja dari Medan namun karena keterbatasan transportasi sehingga belum bisa dilayani,” kata dia.

Namun demikian, Dodi mengatakan, untuk memenuhi permintaan peminat tahu bulat olahanya yang berada di luar Jawa, dirinya telah menciptakan tahu bulat kering kemasan.

“Tentu saja warga di luar jawa  jangan berkecil hati karena saat ini sudah tersedia tahu bulat kering kemasan yang bisa lebih awet sehingga bisa dinikmati orang luar Jawa, bahkan penduduk dunia,” tandas dia. (BK)

Ekbis

“Pada tahun 2025, kami berhasil mencapai target pra-penjualan tahunan, didukung oleh minat terhadap produk rumah tapak dan komersial. Ke depan, kami tetap berfokus pada penyelesaian pembangunan tepat waktu serta memastikan proses serah terima berjalan sesuai komitmen kepada konsumen,” ujar Indryanarum dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 Maret 2026.

Ekbis

“Sahabat-AI merupakan langkah penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Lebih dari itu, ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi digital. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Karena itu, kita membutuhkan AI yang benar-benar Paling Indonesia, dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa,” ujar Meutya.

Ekbis

“Kami optimistis pertumbuhan investasi akan berdampak positif pada industri properti. Tren permintaan menunjukkan sinyal yang kuat dan berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Kamis 12 Februari 2026.

Exit mobile version