Politik

Ini Aspirasi Warga Pejuang yang Disampaikan Lewat Musrenbang

Warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria sedang menyampaikan aspirasinya di Musrenbang belum lama ini.

BEKASI- Sejumlah aspirasi dikemukakan warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2018 di Kelurahan Pejuang, belum lama ini.

Maryadi selaku anggota DPRD Kota Bekasi dari daerah pemilihan (Dapil) Bekasi Barat-Medan Satria, mengatakan, beberapa aspirasi mengemuka diantaranya penanggulangan banjir, pembangunan hutan dan taman kota serta pemanfaatan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum) di kelurahan tersebut.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Khusus untuk banjir kata Maryadi, warga mengusulkan adanya pembangunan folder dengan memanfaatkan lahan fasos dan fasum di sejumlah RW. Dari mulai RW 32, 22 dan 23.

“Jadi warga mengusulkan agar dibangun folder untuk menanggulangi banjir. Tanah sudah ada, tinggal disiapkan anggaran untuk pembangunannya,” kata Maryadi, kepada wartawan, Selasa (30/01).

Tidak hanya untuk banjir saja, lahan fasos dan fasum juga didorong untuk dimanfaatkan menjadi taman kota dan hutan kota. “Warga juga minta agar di Pejuang dibangun hutan kota dan taman kota agar ruang publik di Kelurahan Pejuang semakin banyak,” kata dia.

Usulan-usulan tersebut diharapkan bisa terealisasi pada tahun 2019 mendatang. Meskipun kemungkinan usulan yang ada bisa berlanjut di tahun berikutnya. “Kemungkinan usulan yang ada bisa dua tahun anggaran. Tapi warga sudah mafum dengan hal itu,” terangnya.

Maryadi juga mengatakan, Musrenbang kali ini berbeda dengan Musrenbang sebelumnya, sebab dilakukan secara online. “Jadi Musrenbang virtual langsung terkoneksi antara warga dengan Kepala Bapeda di kantornya,” pungkasnya. (BK)

Politik

“Selamat Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama. Satu abad NU telah membuktikan perannya sebagai penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, perekat persatuan umat, serta pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sholihin dikutip bekasiguide.com, Kamis 05 Februari 2026.

Politik

“Saya lahir dari kedua orang tua yang berkecimpung di dunia pendidikan. Jadi saya besar dan tumbuh di dunia pendidikan. Dan yang paling mendasar terkait guru selain persoalan kesejahteraan tentunya harus diimbangi dengan meningkatkan profesionalitas guru,” ujarnya dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 Februari 2026.

Exit mobile version