Metropolitan

Korban Gusuran Pekayon Minta Keadilan ke Komnas HAM

Puluhan korban Penggusuran Kota Bekasi melakukan audiensi dengan Komnas HAM serta mengadukan kebijakan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi yang tidak memberikan solusi.

JAKARTA- Korban penggusuran di Kota Bekasi menggeruduk kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di DKI Jakarta pada Selasa (02/05). Kedatangan mereka guna meminta keadilan apa yang telah dirasakan setelah rumah tinggalnya di tertibkan oleh pemerintah Kota Bekasi pada 2016 silam.

“Kedatangan kami ke Komnas HAM ini untuk meminta hak-hak kami yang sudah di rampas oleh pemerintah,” kata Yulianto warga RT 04 RW 17, Kelurarahan Jakasetia, Bekasi Selatan.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut Yulianto, saat ini nasib 200 kartu keluarga (KK) yang terdampak penggusuran di Pekayon Jaya-Jakasetia masih digantung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Meski sudah diwacanakan akan dibangun Rumah susun sewa sederhana (Rusunawa).

“Kami tidak terlalu mengharapkan Rusunawa. Karena sampai sekarang proses pembangunannya juga belum jelas. Saat ini kita perlu solusi agar kehidupan kami dapat seperti semula,” kata dia.

Sementara itu, Juru bicara korban penggusuran, Anton Aritonang mengatakan, runtuhan rumah yang rata dengan tanah telah menjadi puing berserakan menambah pilu luka batin warga yang kehilangan tempat tinggal secara mendadak tanpa persiapan apapun.

Hal tersebut, kata dia, memperlihatkan apa yang telah di lakukan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi merupakan tindakan yang semena mena dengan merusak tempat tinggal warga nya sendiri. “Dimana kah hati nurani seorang penguasa yang seharusnya melindungi rakyatnya tapi membiarkan mereka terluka batin oleh tindakan yang tidak manusiawi,” tegas Anton pada Selasa (02/05).

Oleh karna itu, Kata Anton, warga menuntut sebuah ketulusan hati dari Rahmat Effendi untuk memperhatikan dan memberikan hak-hak yang di rampas akibat dari semua perbuatannya yang telah merusak tempat tinggal yang di bangun dengan uang warga sendiri.

“Kami mengecam keras tindakan sewenang-wenang yang di lakukan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi,” Kata Anton yang juga Aktivis Prodem & Gerakan Nasional 98 itu.

Dalam pemaparannya, Anton Aritonang dari Gerakan Nasional 98 mengecam keras tindakan yang dilakukan Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi, karena menunjukan sikap yang anti kemanusiaan. “Pepen adalah salah satu pemimpin anti demokrasi, anti musyawarah-mufakat. Semua tindakannya hanya demi keuntungan pribadinya semata.” Ujar Anton dalam acara temu bicara Komnas HAM.

Sekadar diketahui, Komnas HAM yang diwakili Natalius menemui warga korban gusuran Pekayon Jaya, Bekasi Selatan untuk mendengar dan mendalami adanya dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Pemkot Bekasi agar dapat ditindaklanjuti proses hukumnya.(BK)

Metropolitan

“Jangan sampai ada ASN kita terlibat judi online, apalagi sampai mengorbankan keluarga, sebagai ASN kita harus memberi contoh dengan mengajak masyarakat agar tidak terlibat judi online,” ujarnya usai Upacara Korpri di Plaza Pemda Kabupaten Bekasi dikutip bekasiguide.com pada Rabu, 17 Juli 2024.

Metropolitan

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik dalam mencetak generasi penerus yang unggul dalam bidang agama dan keilmuan,” katanya, Rabu, 17 Juli 2024.

Metropolitan

“Hal ini sejalan dengan arahan Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad, yang menegaskan bahwa percepatan pengendalian gratifikasi di lingkup Pemerintahan Kota Bekasi harus di lakukan. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 24 Tahun 2021 Tentang Pengendalian gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi,” katanya kepada wartawan termasuk bekasiguide.com pada Rabu, 17 Juli 2024.

Metropolitan

“Tapi tentu mereka juga butuh rekreasi untuk menambah wawasan, kepribadian, supaya mereka mengenal budaya bangsa kita melalui program mentari ini,” ungkapnya, usai melepas rombongan anak yatim yang akan tamasya ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024.

Metropolitan

“Artinya daerah lain juga banyak melihat bahwa program Botram sangat efektif dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, bahkan ada daerah lain yang studi banding ke sini, mudah-mudahan Botram bisa menjadi role model untuk daerah lain,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan dikutip bekasiguide.com, Selasa, 16 Juli 2024.

Exit mobile version