Jajanan tradisional klepon Gianyar 1980 asal Bali turut meramaikan event Hungry Playground di Summarecon Mall Bekasi. Kehadiran kuliner khas Bali ini menjadi momen bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan jajanan tradisional kepada masyarakat Bekasi.
Pemilik usaha klepon, Ida Ayu Putu Laksmi Dewi, mengatakan dirinya antusias mengikuti Hungry Playground karena menjadi kesempatan pertama baginya membawa klepon ke event kuliner di Bekasi.
“Sangat tertarik dan antusias. Kebetulan Bekasi belum pernah kita ikut event kuliner. Jadi di sini kesempatan saya untuk bisa memperkenalkan khususnya klepon kepada warga Bekasi,” kata Ida Ayu dikutip Bekasiguide.com, Jumat 14 Agustus 2026.
Ida Ayu merupakan generasi kedua penerus usaha klepon yang telah berjalan sejak tahun 1980. Ia mengatakan pihaknya masih mempertahankan cita rasa dan keautentikan klepon yang menjadi ciri khas usaha keluarganya.
Salah satu pembeda klepon buatannya terletak pada tekstur kulit yang lembut serta penggunaan gula cair yang didatangkan langsung dari Bali.
“Yang membedakan pertama dari kulitnya, teksturnya lembut. Kemudian yang kedua adalah isian gulanya. Kami khusus bawa dari Bali gulanya dalam bentuk cair,” ujarnya.
Menurut Ida Ayu, keikutsertaannya dalam Hungry Playground juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan jajanan tradisional kepada berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ia mengaku terkejut melihat antusiasme pengunjung yang datang ke lokasi acara.
“Saya lihat memang benar-benar takjub. Jam segini sudah banyak pengunjung datang ke sini,” tuturnya.
Ia berharap event kuliner seperti Hungry Playground dapat terus digelar setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus menjaga eksistensi jajanan tradisional di tengah maraknya kuliner modern.
“Saya harap setiap tahun tetap dipertahankan. Karena di sini bisa memperkenalkan jajanan, tidak hanya jajanan tradisional, mungkin yang kekinian juga bisa di sini,” katanya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap jajanan tradisional yang ditemuinya di berbagai daerah membuatnya semakin yakin untuk mempertahankan usaha tersebut. Dari pengalaman tersebut, ia melihat jajanan tradisional masih memiliki banyak penggemar.
aya tidak menyangka ternyata banyak warga kita di Indonesia masih suka dengan jajanan tradisional. Mereka masih antusias terhadap jajanan tradisional meskipun di era gempuran jajanan modern,” pungkasnya.








