Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang asal Bandung pertama kalinya hadir dalam event kuliner Hungry Playground di Summarecon Mall Bekasi. Kehadiran ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan produknya sekaligus menjajal antusiasme pasar di Kota Bekasi.
General Manager Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang, Mursi Adikusumah, mengatakan pihaknya senang mendapat kesempatan untuk ikut dalam event kuliner tersebut.
“Ini pertama kalinya kami hadir di acara Hungry Playground di Summarecon Mall Bekasi. Kami senang sekali karena diberikan kesempatan untuk hadir dan menyapa masyarakat,” kata Mursi dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 15 Agustus 2026.
Menurut Mursi, selama gelaran Hungry Playground, pihaknya menghadirkan menu khusus yang sebelumnya belum tersedia di outlet mereka di Bandung. Salah satunya yakni Bubur Canton Spesial yang berisi beragam topping, mulai dari bebek asap, saikoro, ayam kukus, udang, jamur kuping, daun bawang, daun wansui, hingga pangsit.
“Untuk pertama kalinya kami mengeluarkan menu bernama Bubur Canton Spesial. Semua topping favorit kami ada dalam satu mangkuk bubur Canton,” ujarnya.
Mursi menjelaskan, kehadiran Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang di Bekasi bukan berarti pihaknya dalam waktu dekat akan membuka cabang baru. Saat ini, pihaknya masih fokus mengembangkan usaha di Bandung. Namun, event Hungry Playground menjadi momentum untuk melihat respons masyarakat terhadap produk mereka di luar kota asal.
“Kami masih mencoba mengembangkan usaha di Bandung. Namun, kami ingin mencoba melihat bagaimana antusiasme masyarakat terhadap produk kami ketika kami hadir langsung di kota lain,” ungkapnya.
Apabila respons masyarakat terhadap produk mereka di Bekasi cukup baik, Mursi tidak menutup kemungkinan pihaknya akan membawa Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang ke kota-kota lainnya.
“Kalau ternyata menarik dan responsnya bagus, kenapa tidak kami coba menyambangi kota-kota lainnya,” katanya.
Mursi juga menyebut keikutsertaan dalam event kuliner seperti Hungry Playground memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Selain memperkenalkan produk, pelaku usaha dapat bertemu dan bertukar pengalaman dengan pelaku kuliner lainnya.
“Bagi kami, makanan juga merupakan investasi. Jadi seru sekali ketika kami diajak berada dalam satu ekosistem, bertemu dengan teman-teman dan pelaku usaha lainnya. Kami bisa saling bertukar pikiran dan menjadi bagian dari satu ekosistem yang besar,” tuturnya.
Ia menambahkan, antusiasme pengunjung terhadap booth Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang sejauh ini cukup positif. Meski baru kurang dari satu jam membuka booth, jumlah pengunjung mulai meningkat.
“Alhamdulillah, atas izin Allah, antusiasmenya sangat baik dan semakin ramai. Semoga ramai terus sampai akhir acara,” pungkasnya.








