Summarecon Mall Bekasi (SMB) menghadirkan konsep baru event kuliner dengan mengganti nama Pasar Senggol menjadi Hungry Playground.
Center Director Summarecon Mall Bekasi, Ugi Cahyono, mengatakan perubahan nama tersebut sejalan dengan pengembangan Summarecon Mall Bekasi setelah dibukanya tahap 2.
Menurut Ugi, peningkatan tersebut tidak hanya dilakukan pada fasilitas mall, tetapi juga pada konsep event kuliner yang digelar untuk menyesuaikan profil pengunjung dan tenant yang semakin beragam.
“Dulu Pasar Senggol, sekarang Hungry Playground. Tentunya seiring dengan dibukanya Summarecon Mall Bekasi tahap 2, kami juga harus upgrade. Event kuliner ini juga harus ikut upgrade,” ujar Ugi dikutip Bekasiguide.com, Jumat 14 Agustus 2026.
Ugi menjelaskan, konsep Hungry Playground dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada kuliner. Tim SMB melakukan kurasi terhadap berbagai makanan kekinian dari sejumlah daerah.
“Tim kami terus melakukan kurasi makanan-makanan yang kekinian. Jadi Hungry itu menggambarkan kami yang terus mencari dan menghadirkan makanan-makanan baru,” katanya.
Sementara itu, penggunaan kata “Playground” merujuk pada berbagai wahana hiburan yang disiapkan bagi pengunjung. Berbeda dari event ice yang umumnya digelar di dalam ruangan, Hungry Playground menghadirkan sejumlah aktivitas dengan konsep outdoor, seperti ice skating, ice sliding, hingga area salju di dalam kubah.
“Biasanya event ice itu selalu di dalam indoor. Kami mencoba agar masyarakat Bekasi juga bisa merasakan pengalaman outdoor. Kami hadirkan ice skating, ice sliding, dan snow di dalam kubah,” jelasnya.
Selain wahana permainan, SMB juga menghadirkan area flora dan fauna. Sejumlah hewan yang dikurasi di antaranya owl, binturong, dan kapibara. Ugi memastikan aspek kenyamanan dan kesejahteraan hewan turut diperhatikan selama event berlangsung.
“Kami perlakukan sama seperti manusia. Kami siapkan tenda, sirkulasi udara, bahkan ada AC,” ujarnya.
Melalui konsep baru tersebut, SMB berharap Hungry Playground dapat menjadi event yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat sekaligus mengikuti perkembangan profil pengunjung dan tenant.
Tak hanya menghadirkan brand kuliner yang sudah dikenal, SMB juga memberikan ruang bagi UMKM yang dinilai memiliki produk, rasa, penampilan, dan presentasi yang baik.
“Jadi tidak selalu yang sedang terkenal saja. UMKM juga kami kurasi. Kami ingin mengajak mereka untuk berkembang dan naik kelas,” pungkasnya.








