Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan SPBE Cimuning

×

Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan SPBE Cimuning

Sebarkan artikel ini

Aparat kepolisian masih terus mendalami penyebab ledakan yang terjadi di SPBE Cimuning, Kota Bekasi. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan masih dalam proses penyelidikan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi enam orang, termasuk korban yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kami sangat berduka. Korban yang sebelumnya dirawat, saat ini total menjadi enam orang yang meninggal dunia,” ujarnya dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 18 April 2026.

Menurutnya, penyelidikan masih difokuskan pada pencarian penyebab pasti ledakan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian. Namun, proses tersebut masih berlangsung dan belum dapat disimpulkan.

“Masih dalam pemeriksaan terkait penyebab maupun kemungkinan kelalaian. Ini masih berproses,” katanya.

Sejauh ini, polisi tidak mengalami kendala dalam mengumpulkan data dan keterangan. Sejumlah saksi telah diperiksa, baik dari warga sekitar maupun pihak pengelola SPBE.

“Sudah cukup banyak saksi yang kami periksa, dari masyarakat sekitar hingga pihak SPBE,” jelasnya.

Sementara itu, kerugian akibat insiden tersebut masih dalam tahap penghitungan. Aktivitas di lokasi SPBE Cimuning juga masih dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini hingga menemukan penyebab pasti, serta menindaklanjuti proses hukum jika ditemukan adanya unsur pelanggaran.

“Masih kita dalami dulu. Nanti prosesnya akan mengarah ke sana,” tegasnya.

Example 120x600
Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.