Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

PKMS Gelar Diskusi Kemerdekaan

×

PKMS Gelar Diskusi Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini
PKMS Gelar Diskusi Kemerdekaan.

REFLEKSI kemerdekaan yang digelar Pusat Kajian Manajemen Strategik (PKMS) menyoroti keadilan. Terutama dalam kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Hal terkait dengan pungutan PBB dan retribusi lain dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang saat ini masih dalam kondisi yang prihatin.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kasus di daerah lain, di Kabupaten Pati, misalnya, menjadi bahan pembanding. Kajian kenapa keresahan dan sampai kerusuhan bisa terjadi. Ada elemen kearifan yang harus dipegang sehingga tidak menimbulkan keresahan namun juga tercapai tujuannya.

PKMS merupakan lembaga kajian manajemen pemerintahan yang aktif memberi masukan kepada pemerintah daerah Kota Bekasi, melalui kajian yang rutin dilakukan.

“Ada sisi keadilan yang harus menjadi pertimbangan dalam segala kebijakan. Termasuk dalam pengenaan PBB misalnya,” kata H Siswadi, founder PKMS dikutip pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Ir. H. Nirwan Fauziy, menyebut kejadian di Pati karena ada unsur politis yang kuat. Selain itu model komunikasi yang gagal sehingga kesenjangan antara pemimpin dan masyarakatnya. “Jika PBB harus naik, sebenarnya wajar. Tetapi, perlu model komunikasi yang baik sehingga tepat sasaran,” katanya.

“Harus ada asas keadilan,” kata Siswadi melengkapi. “Sebenarnya tidak harus naik juga bisa. Peran optimalisasi PBB apa sudah ditempuh. Apa juga sudah menutup kebocoran yang terjadi.”

Siswadi menyebut pengenaan pembebasan pajak kendaraan di Jawa Barat misalnya, memang benar bisa membantu masyarakat. Namun di sana ada langkah tidak adil, bagi yang tadinya rajin tepat waktu membayar pajak, tidak kebagian dalam kebijakan ini. Tidak ada reward misalnya bagi yang rajin.

Optimalisasi pendapat asli daerah (PAD) juga perlu dilakukan sebelum mengarah kepada menaikkan retribusi. Misalnya pemasukan dari iklan apakah sudah optimal dan tidak ada kebocoran.

PKMS juga menyoroti arah kebijakan perekonomian agar tidak terjebak kepada model kapitalis. Segalanya dinilai ekonomi dalam mencapai target pemasukan. Tanpa menghiraukan kondisi masyarakat atau elemen kearifan dan keadilan.

Yusuf Blegur, tamu diskusi PKMS, menyebut perlu menghidupkan kembali ranah diskusi sehingga potensi masyarakat bisa disampaikan melalui forum yang benar. Masukan dari masyarakat secara kritis bisa mengingatkan pemerintah daerah.

Sementara, Direktur PKMS, DR. H. Abdul Khoir, mengatakan disksi rutin dilakukan PKMS. Terutama dalam mengkaji satu kebijakan daerah.

Example 120x600
Berita

“Pada bulan kemerdekaan ini, kami ingin menghadirkan semangat berbagi melalui langkah sederhana yang memberikan manfaat nyata. Angka 81 dipilih sebagai simbol HUT ke-81 Republik Indonesia. Kami menargetkan sebanyak 81 paket sarapan dapat dibagikan oleh masing-masing kantor, yakni PLN UP3 Cikarang dan empat Unit Layanan Pelanggan,” ujar Emi dikutip bekasiguide.com, Sabtu 29 Agustus 2026.

Berita

“Melalui Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Listrik bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kenyamanan, serta mendukung berbagai aktivitas keluarga di rumah. Kami berharap sambungan listrik mandiri ini dapat menjadi awal yang baik bagi Bapak Muhammad Rofi Fauzi/Dewi dan keluarga untuk menjalani keseharian dengan lebih nyaman dan penuh harapan,” tutur Firman dikutip bekasiguide.com, Jumat 28 Agustus 2026.

Berita

“PLN UP3 Bekasi berkomitmen memastikan setiap agenda strategis di wilayah Kota Bekasi mendapatkan dukungan kelistrikan yang andal. Dalam kegiatan peresmian pembangunan PSEL ini, kami menyiagakan personel dan melakukan pemantauan kondisi kelistrikan sebagai langkah antisipatif agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kami berharap pembangunan PSEL ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya Kota Bekasi yang semakin bersih dan berkelanjutan,” kata Firman dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Rabu 26 Agustus 2026.