Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

71 Persen Pekerja SPPG di Bekasi Sudah Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

×

71 Persen Pekerja SPPG di Bekasi Sudah Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Bekasi mencatat baru sekitar 71 persen pekerja dan relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bekasi, Ahmad Fauzan, mengatakan total potensi pekerja dan relawan SPPG di wilayahnya mencapai sekitar 6.157 orang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Dari jumlah tersebut, saat ini yang sudah terdaftar ada 93 SPPG dengan total pekerja sekitar 4.270 orang. Jadi sekitar 71 persen sudah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Fauzan dikutip Bekasiguide.com, Kamis 5 Maret 2026.

Menurutnya, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar seluruh pekerja yang terlibat dalam ekosistem SPPG dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Salah satunya dengan melakukan koordinasi langsung dengan pengelola SPPG serta memanggil sejumlah SPPG yang belum mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami juga berkoordinasi dengan korporasi SPPG. Bahkan ada kerja sama dengan kejaksaan untuk mendorong kepatuhan pendaftaran,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, kewajiban perlindungan tersebut juga diperkuat melalui nota kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional (BGN). Melalui kerja sama itu, seluruh ekosistem pekerja yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diwajibkan terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Sampai hari ini kami masih terus berupaya agar seluruh SPPG bisa 100 persen terlindungi,” katanya.

Ia menjelaskan, para pekerja SPPG yang terdaftar akan mendapatkan perlindungan minimal dua hingga tiga program jaminan sosial, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta Jaminan Hari Tua (JHT).

Adapun SPPG yang belum terdaftar, kata Fauzan, sebagian masih dalam proses pengajuan kepesertaan karena adanya unit baru yang terus bertambah seiring berkembangnya program tersebut.

Example 120x600
Berita

“Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Kholis, dikutip Bekasiguide.com, Minggu 6 September 2026.

Berita

“Melalui program Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik secara langsung bagi masyarakat yang selama ini belum memiliki sambungan listrik mandiri. Kami berharap penyalaan listrik di kediaman Bapak Enin dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus mendukung berbagai aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi kami, setiap sambungan listrik yang terwujud bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membawa kemudahan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.” ungkap Firman, Jumat 04 September 2026.

Berita

“Kita harus bisa mewaspadai penyakit yang baru muncul atau emerging disease. Dengan perubahan iklim, mungkin ada beberapa jenis virus yang selama ini tidak berkembang. Begitu ada perubahan iklim, virus tersebut bisa berkembang dan menyebar,” ujar Sriyanto dikutip Bekasiguide.com, Kamis 3 September 2026. 

Berita

“Melalui YBM PLN Bekasi, kami ingin terus menghadirkan kepedulian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bantuan sembako ini merupakan bentuk dukungan kepada para santri agar mereka dapat terus menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an dengan penuh semangat. Kami berharap program yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi penyemangat bagi para santri dalam menuntut ilmu,” tutur Firman dikutip bekasiguide.com, Rabu 02 September 2026.