Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

PLN UP3 Bekasi Edukasi Masyarakat Bermain Layang – Layang Secara Aman

×

PLN UP3 Bekasi Edukasi Masyarakat Bermain Layang – Layang Secara Aman

Sebarkan artikel ini
Petugas PLN UP3 Bekasi terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan ketenagalistrikan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas bermain layang-layang.

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan ketenagalistrikan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas bermain layang-layang saat ini yang berpotensi menimbulkan gangguan pada jaringan listrik.

Bermain layang-layang memang menyenangkan, namun jika dilakukan di lokasi yang tidak tepat atau menggunakan bahan berbahaya seperti benang gelasan dan kawat, bisa memicu padam listrik massal dan membahayakan keselamatan jiwa.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Manager PLN UP3 Bekasi, Donna Sinatra mengingatkan agar anak anak bermain layangan di lokasi yang jauh dari jaringan listrik dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar saat bermain layangan, hindari bermain di dekat jaringan listrik karena akan sangat berbahaya.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan saat bermain layang-layang. Sudah banyak kasus di mana layangan atau ekornya menyangkut kabel listrik dan menyebabkan korsleting hingga padam meluas. Ini sangat merugikan,” ujar Donna dikutip, Jumat, 11 Juli 2025.

Selain itu, satu insiden kecil dapat berdampak besar. “Satu layangan yang menyangkut kabel bisa menyebabkan padam meluas, tidak hanya di satu rumah, tapi bisa berdampak ke ratusan bahkan ribuan pelanggan lainnya termasuk fasilitas vital seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah,” tambahnya.

Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, PLN UP3 Bekasi membagikan Tips Aman Bermain Layang-Layang, sebagai berikut:

1. Mainkan layangan di lapangan terbuka, jauh dari jaringan listrik.

2. Hindari penggunaan benang gelasan dan bahan kawat/logam.

3. Perhatikan panjang dan arah ekor layangan agar tidak menjuntai ke kabel listrik.

4. Jangan panjat tiang atau pohon jika layangan tersangkut di jaringan.

5. Awasi anak-anak saat bermain dan arahkan ke lokasi yang aman.

6. Laporkan ke PLN jika melihat layangan tersangkut di kabel melalui PLN Mobile atau Contact Center 123.

PLN berharap kesadaran masyarakat dapat mencegah insiden berulang dan menjaga keandalan pasokan listrik untuk seluruh pelanggan. Keselamatan adalah prioritas kita bersama. PLN mengajak semua pihak untuk turut menjaga lingkungan bermain yang aman dan bebas dari potensi bahaya listrik.

Dalam kesempatan terpisah, General Manager PLN UID Jawa Barat Tonny Bellamy, menegaskan bahwa peran serta masyarakat terutama orang tua sangat penting untuk melindungi dan mengingatkan anak – anak saat bermain layangan.

“Sosialisasi secara berkala terus kami lakukan baik ke sekolah sekolah sampai ke lingkungan desa. Tak hanya itu, kami juga serukan pentingnya waspada akan bahaya listrik melalui media sosial agar mudah dijangkau informasinya oleh semua kalangan masyarakat,” katanya.

“Harapannya, seluruh komponen masyarakat akan berperan serta secara aktif dalam menjaga keselamatan kelistrikan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas, bukan sekadar kesenangan sesaat,” tutup Tonny.

Example 120x600
Berita

“Kita ingin bagaimana nanti LASQI masuk ke sekolah-sekolah. Memberikan edukasi tentang seni budaya Islam melalui qasidah dan marawis, agar anak-anak sekolah bisa seni qasidah. Saya yakin anak-anak kita itu punya talenta yang bagus. Ya, mungkin dari SMP, SMA, dan sederajatnya nanti,” kata Gus Shol kepada awak media, Sabtu 25 April 2026.

Berita

“Mulai dari pergantian seprai, handuk, hingga penyediaan amenities sudah kami siapkan. Kami siap menerima kedatangan jemaah pertama besok pukul 07.10 WIB, dengan keberangkatan sekitar pukul 14.10 WIB,” ujar Kania dikutip Bekasiguide.com, Senin 20 April 2026.

Berita

“Kami percaya bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, dapat memberikan dampak besar bagi sesama. Melalui Jumat Berbagi Saling Menguatkan, kami ingin menyapa masyarakat secara langsung dan memberikan dukungan nyata. Semoga aksi ini terus menjadi energi positif bagi kita semua,” ungkap Firman, Jumat 17 April 2026.

Berita

“Kami berupaya menjadikan cahaya listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membawa semangat baru bagi masyarakat untuk hidup lebih baik. Energi listrik adalah salah satu sumber kehidupan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi keluarga penerima manfaat,” ujar Firman lewat keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Jumat 17 April 2026.