Semua elemen keagamaan dan masyarakat penting berkolaborasi dalam mendukung perekonomian syariah. “Kolaborasi sangat penting, dan menjadi kuat daya dorongnya,” kata KH. Syaifudin Siroj, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Jumat (03/04/2026).
Disebutkan, masyarakat penting tahu dalam produk syariah. Misalnya produk halal, sehingga masyarakat tahu dan bisa mengambil sikap.
Hal itu disampaikan saat acara Halal Bihalal yang digelar Pusat Kajian Manajemen Strategik (PKMS) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Bekasi. Acara dihadiri sejumlah tokoh dan anggota PKMS dan MES Kota Bekasi.
Syaifudin juga mengatakan jika silaturahmi perlu diaplikasi dalam kehidupan kemasyarakatan. Agar bisa menjadi menfaat bagi umat.
Hal sama disampaikan Ketua MES Kota Bekasi, H. Abdul Khoir. Menurutnya, langkah nyata agar bisa lebih bermanfaat memang perlu segera kolaborasi nyata dengan berbagai elemen. MES Kota Bekasi menyatakan kesiapan menjadi motor sehingga kolaborasi antar tokoh atau lembaga ini terjadi.
“Perlu ada Dewan Komisaris Syariah, dimana akan bisa semakin nyata dan kuat dalam mewujudkan masyarakat syariah,” katanya.
Ketua Dewan Pakar PKMS, H. Siswadi, mengatakan langkah membentuk Dewan Komisaris Syariah akan sangat dibutuhkan umat. Mereka tidak akan lagi ragu untuk satu produk misalnya, karena sudah melalui dewan ini.
“Juga masalah Pinjaman Online. Kiranya butuh aksi nyata sehingga masyarakat faham. Justru bukan untuk melawan Pinjol, akan tetapi lebih baik kalau memberikan alternatif mudah dan murah, yang tentu syari, sehingga masyarakat bisa beralih,” katanya.
Terkait kolaborasi ini, momen halal bihalal ini langsung membentuk tim kecil guna merealisasikan konsep dan langkah awal. Tokoh dan unsur dari PKMS dan MES Kota Bekasi akan membuat skema guna dikomunikasikan ke pemerintah daerah.
Tampak hadir dalam acara itu DR. KH. Zamakhsari, DR. Harun Alrasyid, dan seluruh anggotanya.








