Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Longsor Sampah di TPA Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Operasi SAR Ditutup

×

Longsor Sampah di TPA Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Operasi SAR Ditutup

Sebarkan artikel ini

Peristiwa longsor gunung sampah di TPA Bantargebang menelan korban jiwa. Sebanyak tujuh orang dilaporkan meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak Minggu 8 Maret 2026 hingga dini hari.

Insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang tertimbun, termasuk sopir truk sampah dan pemilik warung yang berada di sekitar lokasi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Berdasarkan data sementara, total terdapat 13 orang yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah tersebut, enam orang berhasil selamat, sementara tujuh lainnya ditemukan meninggal dunia.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Jussova Situmorang (38), Hardianto, dan Riki Supriadi (40). Sementara korban selamat di antaranya Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari mengatakan, pencarian korban dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan dengan melibatkan berbagai peralatan serta teknologi pencarian.

“Tim SAR gabungan melakukan pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti ekskavator untuk menyingkirkan timbunan sampah. Selain itu, kami juga mengerahkan unit K9 dan drone thermal untuk membantu mendeteksi kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun,” ujar Desiana dikutip Bekasiguide.com, Selasa 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan, proses pencarian berlangsung hingga malam hari karena tim berupaya memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.

“Setiap informasi dari saksi maupun keluarga korban kami tindak lanjuti di lapangan. Pencarian dilakukan secara menyeluruh hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” kata Desiana.

Pada Senin 9 Maret 2026 pukul 12.05 WIB, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Beberapa jam kemudian, tim Disaster Victim Identification (DVI) memastikan korban tersebut teridentifikasi sebagai Jussova Situmorang (38). Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB, tim SAR kembali menemukan korban bernama Hardianto di pinggir kali dalam kondisi tertimbun sampah.

Pencarian berlanjut hingga malam hari. Sekitar pukul 23.30 WIB, satu korban lagi ditemukan yakni Riki Supriadi (40) dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke rumah sakit yang sama.

Desiana menambahkan, setelah seluruh korban ditemukan dan tidak ada lagi laporan orang hilang, operasi pencarian resmi dihentikan.

“Dengan ditemukannya seluruh korban serta tidak adanya laporan tambahan dari masyarakat terkait korban hilang, maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan 336 personel gabungan dari berbagai instansi, di antaranya Kantor SAR Jakarta, Polres Metro Bekasi Kota, TNI, BPBD, Damkar, PMI, hingga relawan.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak longsor yang juga menimbun sejumlah truk sampah serta warung di sekitar lokasi.

Example 120x600
Peristiwa

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengamankan dua orang pria beserta barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” kata Aliyani dikutip Bekasiguide.com, Jumat 23 Oktober 2026. 

Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.