Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Uang Dagangan Rp700 Ribu Dicuri, Pedagang Nasi Uduk di Pondok Melati Berhenti Jualan

×

Uang Dagangan Rp700 Ribu Dicuri, Pedagang Nasi Uduk di Pondok Melati Berhenti Jualan

Sebarkan artikel ini

Seorang pedagang nasi uduk lanjut usia, Atnah (65), menjadi korban pencurian uang saat berjualan di kawasan Jalan Bulak Tinggi, Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa 17 Februari 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.

Uang sebesar Rp700 ribu yang merupakan hasil dagangan sekaligus modal usaha raib diambil pelaku yang berpura-pura menjadi pembeli.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Peristiwa terjadi saat Atnah tengah melayani seorang pria tak dikenal yang memesan empat bungkus nasi uduk. Tanpa menaruh curiga, korban membungkus pesanan seorang diri. Di tengah kesibukan tersebut, pelaku memanfaatkan kelengahan korban dan mengambil uang yang disimpan di dalam kaleng biskuit di dekat lapak.

“Saya lagi bungkusin, tidak lihat. Tahu-tahu itu orang langsung ambil uang saya. Pas saya cek, uang saya sudah tidak ada,” ujar Atnah.

Uang yang hilang merupakan modal untuk membeli bahan baku dagangan keesokan hari. Akibat kejadian itu, Atnah terpaksa berhenti berjualan karena tidak memiliki modal.

“Yang hilang duit modal sama keuntungan, sekarang tidak jualan lagi karena tidak ada modal,” tuturnya.

Sehari-hari, Atnah mengandalkan penghasilan dari menjual nasi uduk dan lontong sayur. Ia memasak sejak pukul 01.00 WIB seorang diri di rumahnya di RT 04 RW 03 Kelurahan Jatiwarna. Sekitar pukul 05.00 WIB, ia berjalan kaki kurang lebih 350 meter menuju lokasi berjualan sambil menenteng dagangannya.

Pasca kejadian, Atnah mengaku mendapat perhatian dan bantuan dari warga sekitar yang peduli terhadap musibah yang dialaminya. Ia berharap dapat segera kembali berjualan setelah memiliki modal.

Example 120x600
Berita

“Selama bulan September ini, sekurang-kurangnya KSPI di tingkat nasional tidak merencanakan aksi. Tetapi di beberapa daerah kemungkinan tetap ada penyampaian aspirasi terkait Upah Minimum 2027 dan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan,” ujar Said dikutip Bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.

Berita

“Melalui Light Up The Dream, kami ingin listrik tidak hanya hadir sebagai layanan, tetapi juga membawa manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kami berharap sambungan listrik mandiri ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi Ibu Tarmi beserta keluarga, sekaligus memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari di rumah. Semoga hadirnya listrik ini dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.

Berita

“Harapan kita ini kemudian bisa mencairkan hal-hal yang saat ini memang sedang diperjuangkan oleh teman-teman buruh dalam revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang harus diketuk pada tanggal 30 Oktober nanti harus sudah tuntas,” kata Sigit dikutip Bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.

Berita

“Melalui YBM PLN UP3 Bekasi, kami ingin terus menghadirkan kepedulian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap bantuan sembako ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung Sekolah Alam Tunas Mulia dalam menjalankan perannya sebagai ruang pendidikan dan tumbuh kembang bagi anak-anak di kawasan TPST Bantargebang. Semoga kebersamaan dan kepedulian ini dapat terus terjaga serta membawa kebaikan bagi semakin banyak masyarakat,” tutur Firman, Kamis 10 September 2026.