Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Banyumas Targetkan Bangun 10 RDF dan Recycling Center Perkuat Ekonomi Sirkular

×

Banyumas Targetkan Bangun 10 RDF dan Recycling Center Perkuat Ekonomi Sirkular

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan pembangunan sedikitnya 10 Refuse Derived Fuel (RDF) dan Recycling Center guna memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular.

Target tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat menghadiri peluncuran RDF dan Recycling Center di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sokaraja Kulon, Selasa (3/2/2026).

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Saat ini, Banyumas telah memiliki tiga unit RDF dan Recycling Center yang beroperasi di TPST Sokaraja Kulon, TPST Kedungrandu, dan TPS3R Purwanegara. Ke depan, jumlah fasilitas tersebut akan terus ditambah untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Sadewo menjelaskan, sistem persampahan di Banyumas telah menerapkan pemberdayaan masyarakat dan konsep circular economy selama lebih dari empat tahun.

Kabupaten Banyumas juga sudah tidak lagi mengoperasikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) konvensional.

“Karena tidak lagi menggunakan TPA konvensional, pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan desentralisasi,” ujar Sadewo dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Rabu 04 Februari 2026.

Dalam sistem ini, TPST, TPS3R, dan Recycling Center yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menjadi ujung tombak pengolahan sampah. Saat ini terdapat sekitar 45 unit TPST, TPS3R, dan Pusat Daur Ulang (PDU) yang aktif melayani masyarakat.

Untuk menjamin keberlanjutan, pemerintah daerah berperan sebagai regulator, fasilitator, dan pengawas, sementara KSM bertindak sebagai operator di lapangan.

“Kebijakan ini hari ini diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara KSM dengan PT Gibrig Indonesia Bersih serta pemanfaatan hasil olahan sampah menjadi RDF,” jelasnya.

Sadewo berharap keberadaan RDF dan Recycling Center dapat memperkuat ekosistem ekonomi sirkular, meningkatkan kapasitas dan kemandirian KSM, serta menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menilai Banyumas berpotensi menjadi percontohan nasional pengelolaan sampah.

“Secara nasional pengelolaan sampah baru sekitar 25 persen, sementara Banyumas sudah mencapai 77 persen. Ini capaian yang sangat tinggi,” ujarnya.

Diaz juga mengungkapkan Banyumas menerima hibah dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF) sebesar USD 150.000 hingga USD 194.000 atau sekitar Rp2,4–3,1 miliar pada 2025 untuk mendukung inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Ini menunjukkan adanya kerja nyata dari Bupati dan Pemerintah Kabupaten Banyumas,” pungkasnya.

Example 120x600
Berita

“Selama bulan September ini, sekurang-kurangnya KSPI di tingkat nasional tidak merencanakan aksi. Tetapi di beberapa daerah kemungkinan tetap ada penyampaian aspirasi terkait Upah Minimum 2027 dan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan,” ujar Said dikutip Bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.

Berita

“Melalui Light Up The Dream, kami ingin listrik tidak hanya hadir sebagai layanan, tetapi juga membawa manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kami berharap sambungan listrik mandiri ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi Ibu Tarmi beserta keluarga, sekaligus memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari di rumah. Semoga hadirnya listrik ini dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.

Berita

“Harapan kita ini kemudian bisa mencairkan hal-hal yang saat ini memang sedang diperjuangkan oleh teman-teman buruh dalam revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang harus diketuk pada tanggal 30 Oktober nanti harus sudah tuntas,” kata Sigit dikutip Bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.