Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Motif Perampok dan Penyekap Wanita di Tarumajaya : Anak Lapar Butuh Uang

×

Motif Perampok dan Penyekap Wanita di Tarumajaya : Anak Lapar Butuh Uang

Sebarkan artikel ini

NM (50), salah satu pelaku perampokan dan penyekapan wanita di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi membuat pengakuan di depan polisi.

Dalam aksinya, pelaku NM dan SH menutup mata dan mulut korban menggunakan lakban. Selain itu, leher korban juga ditodongkan pisau oleh para pelaku.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

NM mengaku bahwa ia terpaksa melakukan perampokan karena butuh uang. Pelaku yang mulanya bekerja sebagai sopir tak kunjung mendapatkan panggilan kerja.

“Anak saya laper, ya gimana saya ga narik-narik,” kata NM dikutip Bekasiguide.com, Jumat 1 Agustus 2025.

NM menyatakan, ia sempat bekerja dengan suami korban, namun gajinya tak kunjung dibayar sehingga dia akhirnya berpikir untuk merampok rumahnya demi mendapatkan uang.

“Iya kan waktu itu saya narik sama dia (suami korban), nganter bolak-balik, saya ga digaji ndan, kan saya jengkel, anak saya laper ini pengen makan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa mengungkapkan NM merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan dan pernah menjalani hukuman di Lapas Cirebon Jawa Barat pada tahun 2019 lalu.

“Jadi NM ini juga merupakan spesialis pencurian dengan kekerasan. Jadi pernah ditangkap pada kejadian TKP di Pondok Kopi, Jakarta Timur pada tahun 2011 dan TKP Cirebon, Jawa Barat pada tahun 2019,” ungkap Kapolres.

 

Example 120x600
Peristiwa

“Kami dapat laporan dari warga bahwasannya terjadi peristiwa pembunuhan suami istri. Untuk korban laki-laki meninggal dunia, sedangkan korban perempuan masih kritis di rumah sakit. Kita doakan yang terbaik untuk keluarga korban,” ujar Andi dikutip Bekasiguide.com, Senin 2 Maret 2026.

Peristiwa

“Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar. Dari pihak SPBU kami sudah bertanggung jawab dan seluruh kendaraan terdampak sudah kami tangani,” ujar Ragil dikutip Bekasiguide.com, Minggu 1 Maret 2026.